Review Novel 1984, Dunia Distopia dari Kacamata George Orwell

Lihat Foto
Sumber Gambar: Mizan Store
George Orwell 1948
Rujukan artikel ini:
1984 - REPUBLISH
Pengarang: George Orwell
|
Editor: Almira Rahma Natasya

Cerita tentang kehidupan di masa depan atau kerap disebut dengan distopia boleh dibilang menjadi genre bacaan favorit beberapa orang.

Genre distopia menawarkan cerita tentang kehidupan di masa depan dengan gambaran yang mengerikan.

Ternyata, sebelum hadirnya beberapa novel distopia populer saat ini seperti The Hunger Games, Divergent, hingga The Maze Runner, genre distopia ternyata sudah hadir di zaman dahulu, khususnya di tahun 1949, melalui karya masterpiece dari seorang George Orwell yang berjudul 1984.

Orwell mampu menghadirkan prediksi atau ramalannya akan masa depan melalui sebuah karya klasik yang fenomenal, dan hingga saat ini masih diburu serta disukai oleh banyak orang.

Kekacauan dunia yang digambarkan oleh Orwell dalam 1984 mampu menarik sebagian besar minat pembaca, karena meskipun diterbitkan pada tahun 1949, tapi setting ceritanya sendiri terjadi di tahun 1984 yang dianggap sebagai ramalan akan kondisi politik dunia di masa depan.

Bisa dikategorikan jika 1984 merupakan buku yang “menakutkan”, meskipun tidak menampilkan adegan yang berdarah-darah, tapi mampu membuat pembacanya depresi sepanjang menikmatinya.

Siapa bilang dalam sebuah karya klasik selalu menampilkan sesuatu yang monoton dan sederhana, sebab 1984 tidaklah demikian.

Novel klasik ini tampil cukup berani dengan mengangkat isu politik yang mungkin di eranya belum terjadi, namun faktanya kini ramalan Orwell mengenai kondisi politik dunia mulai terlihat kebenarannya.

Sinopsis Novel 1984

Bercerita tentang Winston Smith yang merupakan seorang anggota partai Sosing yang berkuasa di negara Oceania.

Winston boleh dibilang merupakan pengikut setia dari Big Brother san Penguasa.

Selain itu, Winston juga bekerja di Ministry of Truth di bagian berita dan propaganda yang bertugas untuk menanamkan visi dan misi partai pada masyarakat, agar terpengaruh dan menjadi pengikutnya.

Meskipun tampak menyenangkan bekerja untuk partai, tapi ternyata Winston dibuat tercengang dengan kondisi masyarakat yang tampaknya sudah tidak tahu lagi akan asal-usul kehidupan mereka, karena selama ini sudah berhasil dikelabui dan banyak fakta yang dibelokkan oleh partai, sehingga membuat kehidupan tampak membingungkan.

Partai mampu memutarbalikkan fakta yang ada demi kepentingan mereka.

Bahkan, kebebasan dan keadilan di kehidupan 1984 tampak diatur dan dibatasi oleh pihak penguasa.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Perang, kebohongan, dan kekangan seakan-akan menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat, sehingga membuat mereka tidak mampu lagi membedakan mana fakta dan hoax, serta mana yang benar dan salah.

Penguasa membuat propaganda mengenai keberhasilan mereka dalam kemenangan perang, ekonomi yang stabil, hingga taraf hidup yang semakin membaik.

Namun kenyataannya, masyarakat justru malah semakin menderita dan tertekan.

Melihat apa yang terjadi dan bagaimana kontribusi dirinya, membuat Winston ingin melakukan pemberontakan.

Namun di tengah kekuatan partai yang dipimpin oleh Big Brother tersebut, apakah Winston mampu melakukan pemberontakan tanpa terendua sama sekali?

Review Novel 1984

1984 mampu menghadirkan kondisi politik yang mungkin ketika ditulis maupun diterbitkan tidaklah demikian adanya.

Ternyata di masa depan, apa yang ditulis dan diramalkan oleh George Orwell justru malah mendekati kenyataan dengan semakin banyaknya penguasa yang secara terang-terangan menekan kebebasan, serta keadilan bagi masyarakat di berbagai penjuru dunia.

Mungkin faktor yang menyebabkan novel klasik ini tetap mampu memikat banyak pembaca di berbagai generasi, disebabkan oleh keakuratan dari ramalan George Orwell akan kondisi politik dunia di masa depan, yang akan dikuasai oleh diktator yang mencoba untuk membungkam hak masyarakat dalam beropini, dan menekan keadilan bagi beberapa golongan.

Tema ceritanya yang masih terasa relate hingga saat ini menjadikan 1984 sebagai salah satu novel distopia terbaik yang pernah ada.

Mungkin di beberapa bagian awal cerita pembaca akan merasa jenuh dan keteteran untuk mengikuti setiap seluk-beluk ceritanya, namun jangan berhenti membacanya terlebih dahulu.

Kamu justru akan disajikan sebuah cerita yang apik dan menarik dengan gaya tulisan yang khas dan memikat.

Meskipun terbilang sebagai sebuah novel klasik, tapi 1984 mampu tampil sebagai sebuah ramalan yang memperlihatkan kondisi dunia di masa depan yang semakin memburuk akibat ulah dan keegoisan manusia.

Novel 1984 bisa langsung kamu pesan, beli, dan dapatkan di Gramedia.com.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi