Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Workout Berapa Kali Seminggu Biar Nggak Cuma Semangat di Awal?

Kompas.com, 1 April 2026, 18:00 WIB
Workout Berapa Kali Seminggu  Sumber Gambar: Freepik.com Workout Berapa Kali Seminggu 
Rujukan artikel ini:
Atomic Habits: Perubahan Kecil yang…
Pengarang: James Clear
Penulis Vadiyah
|
Editor Novia Putri Anindhita

Sebenarnya, workout berapa kali seminggu sih yang paling pas?

Pertanyaan ini pasti pernah mampir di kepala kamu, apalagi kalau kamu baru mau mulai hidup sehat atau sedang berusaha back on track setelah lama absen olahraga.

Di satu sisi, ada ambisi ingin hasil instan dalam sebulan.

Namun, di sisi lain, realitas hidup kita ada lemburan kantor yang datang tiba-tiba, macetnya jalanan yang menguras energi, sampai urusan keluarga yang tidak bisa ditinggal.

Belum lagi godaan kasur yang jauh lebih kuat dibanding angkat beban saat hujan turun.

Masalah utamanya, banyak orang terjebak pada angka saklek.

Mereka sibuk berdebat apakah 3 kali, 4 kali, atau bahkan 6 kali seminggu adalah frekuensi paling "benar".

Padahal, tubuh manusia bukan mesin yang bisa disamakan setelannya.

Memaksakan jadwal orang lain ke hidup kamu sering kali jadi resep utama kegagalan karena yang kamu cari angka, bukan kenyamanan.

Frekuensi latihan itu strategi, bukan sekadar mengikuti tren influencer kebugaran.

Workout Berapa Kali Seminggu?

Jawaban paling jujur untuk pertanyaan workout berapa kali seminggu adalah tergantung apa yang mau kamu kejar.

Tubuh kamu akan memberikan respons berbeda sesuai dengan stimulus yang diberikan.

Kalau kamu memaksakan porsi atlet ke tubuh pemula, yang ada bukan sehat, malah cedera.

Berikut frekuensi yang paling pas sesuai target yang bisa kamu coba.

1. Menurunkan Berat Badan (3–5 kali Seminggu)

Kombinasi antara kardio seperti jalan cepat, lari, atau bersepeda, dan latihan beban adalah kunci.

Frekuensi ini cukup untuk membakar kalori tanpa membuat kamu merasa tersiksa setiap hari.

2. Membentuk Otot atau Strength Training (3–4 kali Seminggu)

Otot butuh tekanan, tapi juga butuh waktu untuk memperbaiki jaringannya.

3 hingga 4 sesi intensif sudah sangat cukup untuk melihat progres kekuatan yang signifikan.

3. Menjaga Kebugaran dan Imunitas (2–3 kali Seminggu)

Buat kamu yang jadwalnya super padat, cukup luangkan waktu 2-3 kali seminggu.

Ini adalah batas minimal agar metabolisme tubuh tetap terjaga.

4. Pemula Total (Mulai dari 2 kali Seminggu)

Jangan langsung gas pol.

Biarkan otot, sendi, dan paru-paru kamu beradaptasi dulu.

Naikkan frekuensi secara bertahap saat kamu sudah mulai merasa latihan terasa "terlalu ringan".

Ingat, kesalahan paling umum adalah terlalu haus progres di awal.

Minggu pertama latihan 5 kali, minggu kedua mulai bolong karena badan pegal semua, minggu ketiga berhenti total.

Lebih baik kamu latihan 2 kali seminggu dan bertahan sampai akhir tahun, daripada ambisius tapi cuma bertahan tiga minggu.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Jenis Latihan Workout agar Tidak Mudah Bosan

Berikut beberapa jenis workout yang bisa kamu masukkan ke dalam jadwal workout kamu:

1. Latihan Beban (Resistance Training)

Latihan ini bukan sekadar angkat besi.

Kamu bisa mulai dengan bodyweight exercise seperti push-up, squat, lunges, dan juga plank.

Tujuannya adalah untuk melatih massa otot agar metabolisme tubuh makin tinggi.

Makin banyak otot, makin banyak kalori yang terbakar saat kamu diam sekalipun.

2. Kardio Intensitas Sedang (LISS)

Olahraga ini sangat ramah untuk persendian dan bisa dilakukan dalam durasi yang lebih lama (30–60 menit).

Cocok dilakukan di sore hari atau saat akhir pekan.

2. HIIT (High Intensity Interval Training)

Buat kamu yang merasa tidak punya banyak waktu, HIIT adalah solusinya.

Cukup 15–20 menit dengan gerakan intens, seperti burpees atau mountain climbers, selang-seling dengan istirahat singkat.

Hasilnya pembakaran lemak akan maksimal meski dalam waktu minimal.

3. Istirahat Aktif (Active Recovery)

Di hari kamu tidak workout berat, usahakan tetap bergerak, seperti jalan kaki ke warung, naik tangga di kantor, atau sekadar melakukan stretching ringan sambil nonton series.

Ini membantu aliran darah tetap lancar dan mengurangi rasa pegal otot (DOMS).

Rahasia Tetap Konsisten Workout Tanpa Burnout

Satu hal yang sering luput dari perhatian saat membahas workout adalah faktor pemulihan (recovery).

Banyak yang mengira kalau semakin sering workout, otot makin cepat jadi.

Padahal kenyataannya terbalik, otot itu tumbuh dan lemak terbakar justru saat kamu sedang beristirahat, bukan saat kamu lagi keringatan di lapangan.

Ada beberapa alasan kenapa hari libur latihan itu wajib hukumnya:

  • Mencegah Overtraining: Tubuh yang dipaksa terus akan memproduksi hormon kortisol (stres) yang tinggi. Bukannya jadi sehat, kamu malah jadi gampang emosi, susah tidur, dan nafsu makan berantakan.
  • Menghindari Cedera: Otot dan tendon butuh waktu untuk memperbaiki serat-serat yang rusak selama latihan. Memaksakan latihan saat otot masih sangat sakit hanya akan memperpendek umur produktif kamu.
  • Menjaga Motivasi: Libur latihan memberikan napas untuk mental kamu. Kamu jadi punya rasa "kangen" untuk latihan lagi besok, daripada merasa "terpaksa" harus latihan setiap hari.

Ingat, workout yang paling memberikan hasil nyata bukan yang gerakannya paling ekstrem atau durasinya paling lama, melainkan yang paling bisa kamu pertahankan secara konsisten tanpa rasa terpaksa.

Nah, sering kali tantangan terbesar kita bukan pada jadwalnya, tapi di cara kita membangun kebiasaan tersebut.

Kalau kamu masih sering merasa sering gagal mempertahankan rutinitas olahraga karena motivasi yang pasang surut, Atomic Habits karya James Clear menjadi buku yang tepat untuk dibaca.

Buku ini membahas bagaimana perubahan-perubahan super kecil (atomik) kalau dilakukan terus-menerus akan memberikan hasil yang luar biasa.

Melalui buku ini, James Clear mematahkan mitos bahwa perubahan besar butuh aksi yang drastis.

Faktanya, perubahan nyata berasal dari efek gabungan ratusan keputusan kecil yang konsisten.

Misalnya sekadar sanggup mengerjakan dua push-up sehari hingga bangun lima menit lebih awal.

Dalam buku ini, kamu juga akan diajak mendalami trik sederhana namun jenius seperti aturan dua menit hingga seni menumpuk kebiasaan yang dibedah menggunakan teori psikologi serta neurosains terbaru.

Dengan memahami isi buku ini, kamu tidak akan lagi terbebani oleh target olahraga yang muluk-muluk karena fokusmu akan bergeser pada cara membangun sistem yang membuat produktivitas dan kebahagiaan datang secara otomatis.

Yuk, baca bukunya sekarang dan dapatkan segera di Gramedia.com atau Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

buku
Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

buku
Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

buku
Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

buku
Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

buku
Arti Yellow Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Dokumen Impor

Arti Yellow Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Dokumen Impor

buku
6 Cara Membersihkan Lumpur Vulkanik dari Rumah, Jangan Sampai Salah! 

6 Cara Membersihkan Lumpur Vulkanik dari Rumah, Jangan Sampai Salah! 

buku
Kenapa Paket Kena Red Line Bea Cukai? Berikut Penjelasannya

Kenapa Paket Kena Red Line Bea Cukai? Berikut Penjelasannya

buku
Pusat Keuangan Amerika Serikat di Mana? Ini Penjelasan Lengkapnya

Pusat Keuangan Amerika Serikat di Mana? Ini Penjelasan Lengkapnya

buku
7 Tips Menerapkan Integritas di Dunia Kerja

7 Tips Menerapkan Integritas di Dunia Kerja

buku
Berapa Biaya Kos Mahasiswa di Jepang per Bulan? Ini Rincian Lengkapnya 

Berapa Biaya Kos Mahasiswa di Jepang per Bulan? Ini Rincian Lengkapnya 

buku
Cara Lolos Red Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Fisik Barang

Cara Lolos Red Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Fisik Barang

buku
Berapa Biaya Hidup di Jepang Per Bulan untuk Pekerja? Simak di Sini!

Berapa Biaya Hidup di Jepang Per Bulan untuk Pekerja? Simak di Sini!

buku
Cara Menentukan Prioritas agar Karier Melejit Cepat

Cara Menentukan Prioritas agar Karier Melejit Cepat

buku
Berapa Biaya Listrik, Air, dan Gas di Jepang per Bulan? Berikut Rincian dan Tips Hematnya

Berapa Biaya Listrik, Air, dan Gas di Jepang per Bulan? Berikut Rincian dan Tips Hematnya

buku
Biaya Transportasi di Jepang per Bulan: Rincian Lengkap dan Cara Menghemat

Biaya Transportasi di Jepang per Bulan: Rincian Lengkap dan Cara Menghemat

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau