Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar Gerakan Workout untuk Pemula, Cari Tahu di Sini!

Kompas.com, 6 Maret 2026, 12:00 WIB
Workout untuk Pemula   Sumber Gambar: Freepik.com Workout untuk Pemula 
Rujukan artikel ini:
Gizi Olahraga
Pengarang: Roudhotul Janah, S.Or., M.Or
Penulis Vadiyah
|
Editor Novia Putri Anindhita

Keinginan untuk memiliki tubuh yang lebih bugar sering kali terbentur dengan rasa bingung harus memulai dari mana.

Banyak orang yang merasa terintimidasi saat melihat orang lain di media sosial melakukan angkat beban yang sangat berat atau lari maraton berpuluh-puluh kilometer.

Padahal, kebugaran bukanlah sebuah kompetisi melawan orang lain, melainkan perjalanan pribadi untuk menjadi lebih baik dari diri kita yang kemarin.

Menyadari bahwa kondisi fisik setiap orang berbeda adalah kunci utama agar motivasi tidak cepat padam.

Fokusnya bukan tentang seberapa keren gerakan yang dilakukan, melainkan bagaimana otot dan jantung mulai terbiasa untuk aktif bergerak kembali.

Dengan pendekatan yang terencana, olahraga tidak lagi terasa seperti hukuman atas makanan enak yang kita santap, melainkan sebuah bentuk apresiasi terhadap tubuh agar tetap kuat menjalani aktivitas harian yang padat.

Selama ada kemauan untuk berdiri dan bergerak, setiap orang sebenarnya sudah memiliki modal yang cukup untuk bertransformasi.

Yuk, mari kita bedah mengapa langkah awal ini begitu penting dan bagaimana cara mengeksekusinya tanpa rasa stres.

Mengapa Workout untuk Pemula Sangat Penting?

Sering kali kita melihat orang yang langsung tancap gas melakukan latihan intensitas tinggi hanya untuk berakhir dengan cedera atau rasa pegal yang berlebihan selama berhari-hari.

Itulah sebabnya, memulai dengan workout untuk pemula adalah langkah paling logis untuk membangun fondasi fisik yang kuat.

Di tahap awal ini, fokus utamanya bukan pada pembakaran kalori sebanyak-banyaknya, melainkan pada pembentukan memori otot dan pengenalan teknik gerakan yang benar.

Dengan memulai secara bertahap, persendian dan tendon kamu diberikan waktu untuk beradaptasi sehingga risiko cedera bisa diminimalisir secara signifikan.

Selain urusan fisik, memulai secara perlahan juga sangat krusial bagi kesehatan mental.

Saat kamu berhasil menyelesaikan satu sesi latihan yang ringan, otak akan melepaskan hormon dopamin yang memberikan rasa puas.

Rasa puas inilah yang akan membuatmu ketagihan untuk balik lagi di hari berikutnya.

Jika langsung memulai dengan yang berat dan gagal, mental kita cenderung akan down dan menganggap olahraga itu menyiksa.

Jadi, anggaplah fase pemula ini sebagai masa orientasi untuk mengenal kapasitas tubuhmu sendiri.

Daftar Gerakan Fungsional yang Aman dalam Menu Workout Untuk Pemula

Tidak perlu alat-alat canggih atau langganan gym mahal kalau kamu baru mau mulai.

Cukup gunakan berat tubuh sendiri dan area kecil di rumah untuk melakukan gerakan-gerakan fungsional yang dampaknya langsung terasa ke seluruh badan.

Berikut adalah beberapa gerakan inti yang biasanya wajib ada dalam menu workout untuk pemula karena tekniknya simpel namun sangat efektif untuk membakar lemak dan membentuk otot:

1. Squat (Jongkok Berdiri) untuk Kekuatan Kaki

Squat sering dianggap sebagai salah satu gerakan latihan paling efektif karena mampu melatih beberapa otot sekaligus, seperti paha, bokong, dan otot inti tubuh.

Caranya, buka kaki selebar bahu, lalu turunkan bokong seolah ingin duduk di kursi yang rendah.

Pastikan punggung tetap lurus, dada tegap, dan tumit tidak terangkat dari lantai agar lutut tidak sakit.

2. Incline atau Knee Push-Up untuk Otot Dada

Kalau belum kuat melakukan push-up standar yang bertumpu pada jari kaki, jangan dipaksakan dulu.

Kamu bisa menaruh lutut di lantai sebagai tumpuan atau menggunakan pinggiran sofa agar beban tangan lebih ringan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Gerakan ini sangat bagus untuk melatih kekuatan dada, bahu, dan lengan tanpa bikin kamu cepat menyerah.

3. Plank untuk Stabilitas Otot Perut

Plank adalah cara paling efisien untuk melatih perut agar lebih kencang tanpa perlu melakukan gerakan yang membebani tulang belakang.

Cukup tahan posisi tubuh lurus dari kepala hingga tumit dengan siku sebagai tumpuan di lantai.

Rasakan otot perutmu mengencang seolah sedang ditarik ke dalam.

4. Lunges untuk Keseimbangan Tubuh

Melangkahlah satu kaki ke depan dan turunkan pinggul sampai kedua lutut menekuk sekitar 90 derajat.

Gerakan ini bukan cuma bikin otot kaki kuat secara merata, tapi juga melatih keseimbangan tubuh agar kita tidak gampang sempoyongan saat beraktivitas harian.

5. Glute Bridge untuk Kesehatan Punggung

Berbaring telentang, tekuk lutut, lalu angkat pinggul ke atas sambil mengencangkan otot bokong sekencang mungkin.

Gerakan ini sangat aman dan menjadi penyelamat bagi para pekerja kantoran untuk mengurangi risiko sakit punggung bawah akibat terlalu lama duduk diam di depan laptop.

Kesalahan Fatal yang Wajib Dihindari Saat Menjalankan Workout

1. Tidak Melakukan Pemanasan dan Pendinginan

Banyak yang ingin cepat selesai berolahraga sehingga langsung melakukan gerakan inti tanpa pemanasan.

Pemanasan penting untuk mempersiapkan otot dan sendi agar tidak kaget saat berolahraga.

Tanpa pemanasan, risiko kram dan cedera otot bisa meningkat.

Begitu juga tanpa pendinginan, aliran darah bisa menumpuk di area kaki yang menyebabkan pusing mendadak, serta membuat otot terasa jauh lebih kaku dan nyeri keesokan harinya.

2. Mengutamakan Gengsi (Kuantitas) daripada Kualitas

Jangan terjebak ingin melakukan squat 50 kali hanya karena ingin terlihat hebat, padahal posisi punggung sudah bungkuk dan lutut bergeser salah arah.

Melakukan 5 kali gerakan dengan teknik yang presisi jauh lebih bermanfaat bagi pembentukan otot dan keamanan sendi daripada 100 kali gerakan asal-asalan yang justru mengundang cedera jangka panjang.

3. Kurang Istirahat dan Menyepelekan Tidur

Otot sebenarnya tidak tumbuh saat kamu sedang berkeringat, melainkan saat kamu tidur nyenyak di malam hari.

Jika tubuh dipaksa terus-menerus tanpa jeda hari istirahat, kamu akan mengalami overtraining yang bikin imunitas drop, badan lemas, dan akhirnya membuatmu enggan berolahraga lagi karena merasa terlalu capek.

4. Kurang Minum dan Hidrasi yang Buruk

Dehidrasi ringan bisa menurunkan fokus dan kekuatan otot secara signifikan.

Pastikan kamu minum air putih yang cukup sebelum, saat, dan sesudah latihan agar metabolisme pembakaran lemak tetap berjalan optimal dan tubuh tidak cepat drop.

Kalau kamu benar-benar ingin serius melihat hasil dari rutinitas workout yang sedang dijalani, kamu butuh panduan yang lebih mendalam seperti yang dipaparkan dalam buku Gizi Olahraga.

Buku ini tidak hanya bicara soal kenyang atau lapar, tapi membahas secara tuntas tentang peran penting gizi dalam meningkatkan performa dan kesehatan atlet, yang prinsipnya juga sangat bisa diterapkan oleh kita yang baru mulai bergerak.

Kamu akan diajak untuk memahami bagaimana kombinasi gizi yang tepat dapat membantu meningkatkan energi saat latihan, menambah kekuatan, serta mempercepat proses pemulihan otot agar besok pagi badanmu tidak terasa "remuk".

Topik yang dibahas dalam buku ini sangat komprehensif, mulai dari dasar-dasar gizi olahraga hingga kebutuhan nutrisi spesifik.

Kamu akan belajar bagaimana peran karbohidrat sebagai bahan bakar utama, protein untuk memperbaiki jaringan otot yang rusak, serta lemak sebagai cadangan energi.

Tak hanya teori, buku ini juga memberikan panduan praktis mengenai perencanaan menu dan strategi makan yang efektif.

Dengan memahami isi buku ini, perjalanan olahragamu tidak akan lagi terasa seperti tebak-tebakan, melainkan sebuah langkah terukur untuk mencapai tujuan kesehatan yang lebih optimal.

Yuk, baca bukunya sekarang dan dapatkan di Gramedia Digital!

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau