Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hell Teacher Nube : Seorang Guru dengan Tangan Iblis 

Kompas.com, 3 Maret 2026, 14:00 WIB
Komik Hell Teacher Nube Sumber Gambar: Gramedia.com Komik Hell Teacher Nube
Rujukan artikel ini:
Akasha : Hell Teacher Nube…
Pengarang: Sho Makura
|
Editor Novia Putri Anindhita

Bagaimana jika wali kelasmu ternyata menyimpan iblis di tangan kirinya? Bukan untuk menyakiti, melainkan untuk melindungi, itulah konsep utama dari Hell Teacher Nube, manga horor sekolah yang memadukan urban legend, yokai, dan nilai moral dalam satu cerita penuh ketegangan.

Sinopsi “Hell Teacher Nube”

Domori adalah kota kecil yang kerap dilanda fenomena misterius dan kejadian supranatural.

Di Sekolah Dasar Domori, Meisuke Nueno yang akrab dipanggil Nube menjadi wali kelas 5-3.

Ia dikenal sebagai guru yang baik hati, blak-blakan, dan terkadang ceroboh.

Namun, dibalik sikap santainya, tersegel kekuatan iblis di tangan kirinya yang disebut Oni no Te (Tangan Iblis).

Nube adalah satu-satunya guru dengan kemampuan spiritual tingkat tinggi di Jepang.

Ia menggunakan kekuatan tersebut untuk melindungi murid-muridnya dari gangguan roh jahat dan yokai yang muncul akibat ketidakseimbangan energi spiritual di kota itu.

Salah satu murid yang sering terlihat dalam peristiwa supranatural adalah Hiroshi Tateno, siswa kelas 5-3 yang dikenal ceroboh namun berhati baik.

Dalam salah satu konflik besar, Hiroshi menjadi target Kyousuke Tamamo, siluman rubah berusia ratusan tahun.

Tamamo kerap menyamar sebagai dokter atau tenaga medis, bahkan terkadang muncul sebagai guru magang.

Tujuan awalnya adalah mengambil tengkorak Hiroshi untuk menyempurnakan transformasinya menjadi manusia sempurna.

Namun, seiring perkembangan cerita, hubungan Tamamo dan Nube berubah menjadi rivalitas yang perlahan berkembang menjadi aliansi dalam menghadapi ancaman yang lebih besar.

Cerita Horor dengan Akar Cerita Rakyat Jepang

Kekuatan utama seri ini terletak pada pemanfaatan cerita rakyat Jepang.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Yokai, roh penasaran, hingga urban legend seperti hantu sekolah diolah menjadi konflik yang relevan dengan dunia anak-anak.

Horor dalam cerita ini tidak berdiri sendiri sebagai teror visual, melainkan berfungsi sebagai metafora.

Banyak makhluk gaib muncul sebagai manifestasi rasa takut, trauma, atau emosi negatif.

Nube tidak hanya mengusir roh jahat, tetapi juga membimbing muridnya untuk menghadapi ketakutan mereka.

Perjalanan Karya dan Popularitas Series Hell Teacher Nube

Manga ini ditulis oleh Shou Makura dan diilustrasikan oleh Takeshi Okano, serta pertama kali diserialkan pada 1993 di Weekly Shonen Jump yang diterbitkan oleh Shueisha.

Pada era 1990-an, judul ini menjadi salah satu manga horor sekolah paling populer.

Keunikan konsep guru sebagai pengusir roh membuatnya berbeda dari manga shonen lain pada masanya.

Kesuksesan tersebut melahirkan berbagai adaptasi, termasuk anime klasik dan versi terbaru berjudul Hell Teacher: Jigoku Sensei Nube.

Proyek terbaru ini melibatkan Toei Animation, TV Asahi, serta Shueisha, dengan produksi animasi oleh Studio KAI.

Anime tersebut tayang pada 2 Juli 2025 hingga 24 September 2025 dengan 13 episode berdurasi 23 menit per episode.

Melalui berbagai medium dan generasi, Hell Teacher Nube mempertahankan reputasinya sebagai manga horor sekolah yang ikonik.

Di Indonesia, Hell Teacher Nube diterbitkan oleh m&c! pada akhir tahun 90-an hingga awal 2000-an.

Setelah lebih 20 tahun berselang, m&c menghadirkan kembali komik legendaris ini dengan format baru bookpaper setebal 600-an halaman per bukunya, cover berjaket, dan bonus menarik di setiap volume barunya.

Dapatkan komiknya di Gramedia.com!

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau