Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

It's Not You: Ketika Luka Emosional dalam Hubungan Bukan Kesalahan Diri Sendiri

Kompas.com, 21 Januari 2026, 11:00 WIB
It's Not You: Mengidentifikasi dan Memulihkan Diri dari Orang Narsistik Sumber Gambar: Dok. M&C! It's Not You: Mengidentifikasi dan Memulihkan Diri dari Orang Narsistik
Rujukan artikel ini:
It's Not You: Mengidentifikasi dan…
Pengarang: Dr. Ramani Durvasula
|
Editor Novia Putri Anindhita

Banyak orang menjalani hubungan yang melelahkan secara emosional tanpa benar-benar memahami apa yang sedang terjadi.

Mereka merasa bersalah, merasa tidak cukup baik, terlalu sensitif, atau terlalu menuntut, padahal sesungguhnya mereka sedang berada dalam dinamika relasi yang tidak sehat.

Inilah permasalahan utama yang diangkat dalam buku It's Not You: Mengidentifikasi dan Memulihkan Diri dari Orang Narsistik karya Dr. Ramani Durvasula.

Buku ini berangkat dari realitas bahwa begitu banyak individu terjebak dalam hubungan dengan orang yang memiliki kecenderungan narsistik, namun alih-alih menyadari pola tersebut, mereka justru menyalahkan diri sendiri.

Dr. Ramani membuka buku ini dengan satu pesan penting, yakni rasa sakit, kebingungan, dan kelelahan emosional yang dialami pembaca bukanlah bukti kelemahan pribadi, melainkan konsekuensi dari relasi yang merusak secara psikologis.

Melalui pendekatan yang lugas namun empatik, Dr. Ramani, seorang psikolog klinis yang telah lama meneliti dan menangani kasus gangguan kepribadian narsistik, mengajak pembaca memahami bagaimana narsisme bekerja dalam hubungan sehari-hari.

Buku ini tidak hanya membahas narsisme dalam konteks klinis yang kaku, tetapi membumikan konsep tersebut ke dalam pengalaman nyata: pasangan yang selalu ingin menang sendiri, orang tua yang meremehkan pencapaian anaknya, atasan yang memanipulasi bawahannya, hingga teman yang hanya hadir saat membutuhkan.

Dengan cara ini, pembaca perlahan mulai menyadari bahwa apa yang mereka alami bukanlah kebetulan, melainkan pola yang berulang dan sistematis.

Isi dan Kelebihan Buku It's Not You

Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada kemampuannya memvalidasi pengalaman pembaca.

Dr. Ramani menjelaskan bagaimana pelaku narsistik sering kali menggunakan gaslighting, manipulasi emosional, dan pengaburan realitas sehingga korbannya kehilangan kepercayaan pada penilaian diri sendiri.

Pembaca yang sebelumnya merasa terlalu baper atau tidak rasional akan menemukan penjelasan yang masuk akal tentang mengapa mereka merasa demikian.

Buku ini dengan tegas menyatakan bahwa empati berlebihan, keinginan untuk memperbaiki hubungan, dan kecenderungan untuk memaklumi perilaku buruk bukanlah kesalahan, melainkan sifat manusiawi yang sering dieksploitasi oleh individu narsistik.

Dr. Ramani juga membedah mitos-mitos umum seputar narsisme yang kerap menyesatkan.

Salah satunya adalah anggapan bahwa narsistik selalu tampil percaya diri, karismatik, dan sukses.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa di balik citra tersebut sering kali tersembunyi kerapuhan ego, kebutuhan validasi yang tak pernah terpenuhi, serta ketakutan mendalam akan penolakan.

Pemahaman ini penting bukan untuk membenarkan perilaku narsistik, melainkan untuk membantu pembaca berhenti berharap bahwa kasih sayang, kesabaran, atau pengorbanan mereka suatu hari akan “menyembuhkan” pasangan atau orang terdekat yang narsistik.

Buku ini secara jujur menyampaikan bahwa perubahan sejati jarang terjadi tanpa kesadaran dan komitmen yang kuat dari pihak narsistik itu sendiri.

Selain memberikan pemahaman konseptual, It's Not You juga menawarkan panduan praktis yang relevan dan realistis.

Dr. Ramani tidak menjual janji manis tentang hubungan yang bisa diperbaiki dengan komunikasi yang lebih baik semata.

Sebaliknya, ia mengajak pembaca untuk mengenali batas diri, memahami kapan harus bertahan, dan kapan harus melepaskan.

Pembahasan tentang boundaries menjadi salah satu bagian paling penting dalam buku ini.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Pembaca diajak untuk menyadari bahwa menetapkan batas bukanlah tindakan egois, melainkan bentuk perlindungan diri yang sehat.

Dalam konteks hubungan dengan individu narsistik, batas sering kali diuji, dilanggar, bahkan dipermainkan sehingga diperlukan kejelasan dan konsistensi yang kuat.

Buku ini juga menyentuh dampak jangka panjang dari hubungan narsistik terhadap kesehatan mental.

Dr. Ramani menjelaskan bagaimana paparan berkepanjangan terhadap manipulasi dan invalidasi dapat memicu kecemasan, depresi, hilangnya identitas diri, hingga trauma relasional.

Penjelasan ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, tanpa menghilangkan kedalaman psikologisnya.

Pembaca diajak untuk melihat bahwa proses pemulihan bukanlah sesuatu yang instan.

Rasa marah, sedih, dan duka atas hubungan yang gagal adalah bagian wajar dari perjalanan tersebut.

Buku ini menekankan bahwa pemulihan dimulai dari pengakuan bahwa luka itu nyata dan layak untuk disembuhkan.

Dalam edisi terbitan M&C!, buku ini terasa semakin dekat dengan pembaca Indonesia.

Terjemahan disajikan dengan bahasa yang mengalir, tidak kaku, dan tetap mempertahankan nuansa empatik dari tulisan aslinya.

Istilah-istilah psikologis dijelaskan dengan konteks yang memudahkan pembaca awam untuk memahami tanpa merasa digurui.

Hal ini menjadikan buku ini tidak hanya relevan bagi mereka yang sedang berada dalam hubungan bermasalah, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin meningkatkan literasi kesehatan mental dan relasi yang sehat.

Secara keseluruhan, It's Not You adalah buku yang berani, jujur, dan membebaskan.

Dr. Ramani tidak menempatkan pembaca sebagai pihak yang lemah, melainkan sebagai individu yang telah bertahan terlalu lama dalam situasi yang melelahkan.

Buku ini menggeser fokus dari pertanyaan “Apa yang salah dengan saya?” menjadi “Apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan ini?”.

Pergeseran perspektif ini sering kali menjadi titik balik yang sangat berarti bagi pembaca.

Buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa pun yang merasa terjebak dalam hubungan yang menguras energi, membingungkan, dan menyakitkan, namun sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Dengan membaca buku ini, pembaca tidak hanya mendapatkan pemahaman, tetapi juga keberanian untuk memprioritaskan kesehatan emosional mereka sendiri.

Pada akhirnya, pesan utama buku ini terasa sederhana namun kuat: Anda tidak rusak, tidak berlebihan, dan tidak salah.

Terkadang, memang benar bahwa masalahnya bukan pada diri Anda.

Buku ini tersedia di Gramedia.com dan Gramedia Digital untuk versi e-book.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau