Wajib Tahu! Risiko Saham yang Sering Diremehkan Pemula

Lihat Foto
Sumber Gambar: Magnific.com
Buku The Happy Investor (New Edition)
Rujukan artikel ini:
The Happy Investor (New Edition)
Pengarang: Jefferly Helianthusonfri
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Banyak orang tertarik investasi saham karena potensi cuannya yang besar.

Tapi sayangnya, tidak sedikit yang masuk tanpa benar-benar paham risikonya.

Akhirnya? Panik saat harga turun, salah ambil keputusan, atau bahkan rugi besar.

Padahal, investasi yang sehat bukan cuma soal cari untung saja, tapi juga soal paham dan siap menghadapi risikonya.

Kalau kamu ingin jadi investor yang tenang, ini dua risiko utama yang wajib kamu pahami sejak awal.

Kenapa Harus Paham Risiko Sebelum Investasi?

Sebelum masuk ke jenis risiko, penting untuk mengerti satu hal, yakni semakin besar potensi return, biasanya semakin besar juga risikonya.

Saham termasuk instrumen dengan potensi tinggi.

Artinya, kamu juga harus siap dengan fluktuasi dan kemungkinan rugi.

Dengan memahami risiko, kamu tidak akan gampang panik, bisa ambil keputusan lebih rasional, dan punya strategi yang lebih matang.

Risiko Capital Loss: Saat Nilai Investasi Kamu Turun

Ini risiko paling umum dan sering dialami investor saham.

Capital loss terjadi ketika kamu menjual saham di harga yang lebih rendah dari harga beli.

Contohnya, kamu membeli saham di harga Rp1.000, lalu harga turun jadi Rp800.

Kamu jual, artinya kamu rugi Rp200 per saham

Kenapa bisa terjadi? Beberapa penyebabnya yaitu:

Cara Mengelola Risiko Capital Loss

Risiko capital loss bukan berarti harus dihindari total, tapi bisa diminimalkan dengan cara berikut:

Ingat, penurunan harga itu normal, yang penting adalah bagaimana kamu meresponsnya.

Risiko Likuidasi: Saat Perusahaan “Gagal Bertahan”

Ini risiko yang lebih serius.

Likuidasi terjadi ketika perusahaan bangkrut dan asetnya dijual untuk membayar utang.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Dalam kondisi ini, investor saham berada di urutan terakhir serta bisa kehilangan sebagian besar atau bahkan seluruh investasi.

Kenapa risiko ini bisa terjadi? Ada beberapa faktor seperti manajemen buruk, utang terlalu besar, bisnis tidak berkembang, dan tidak mampu bersaing di pasar.

Cara Menghindari Risiko Likuidasi

Risiko ini memang jarang, tapi tetap harus diwaspadai.

Hal yang bisa kamu lakukan adalah:

Terapkan Mindset bahwa Risiko Bagian dari Game

Banyak investor pemula berharap bisa untung terus tanpa risiko.

Padahal, tidak ada investasi yang tanpa risiko.

Yang membedakan investor sukses adalah mereka paham risikonya, punya strategi, dan tetap tenang saat kondisi tidak ideal.

Agar kamu tidak overthinking atau panik, coba gunakan prinsip berikut ini:

Dengan mindset ini, kamu bisa jadi investor yang lebih santai tapi tetap cuan dalam jangka panjang.

Investasi saham memang menawarkan peluang besar.

Tapi tanpa pemahaman risiko kamu akan gampang panik, mudah salah langkah, dan sulit konsisten.

Sebaliknya, kalau kamu paham risikonya, kamu akan lebih siap, lebih percaya diri, dan lebih tahan terhadap tekanan pasar.

Dan itu kunci jadi investor yang sukses.

Kalau kamu ingin belajar investasi saham dengan cara yang lebih santai, tidak panikan, dan tetap optimal, buku The Happy Investor (New Edition) wajib kamu baca.

Buku ini bisa kamu dapatkan di Gramedia.com, Gramedia Digital, atau toko Gramedia terdekat.

Jangan lupa juga untuk terus update insight seputar bisnis, keuangan, dan teknologi bareng Monety.

Follow Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, dan kunjungi www.monety.id.

Monety adalah platform belajar untuk Gen Z dan milenial yang membahas lifestyle, news update, dan rekomendasi buku untuk bantu kamu upgrade skill dan berkembang lebih cepat.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi