Cara Melupakan Masa Lalu dengan Cepat dan Efektif

Lihat Foto
Sumber Gambar:  Pexels.com
Cara Melupakan Masa Lalu 
Rujukan artikel ini:
Pulih dari Trauma: Berkenalan dengan…
Pengarang: Dr Jiemi Ardian
Penulis Anggi
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Kenangan masa lalu sering terasa sulit untuk dilepas.

Entah itu penyesalan besar, kegagalan yang menyakitkan, atau kisah cinta yang sudah berakhir, semuanya bisa muncul secara tiba-tiba dan mengambil alih pikiran.

Rasanya seperti melangkah maju, tapi terus menoleh ke belakang sehingga sulit fokus dan mencapai tujuan.

Sering kali kita salah kaprah dalam berpikir bagaimana cara melupakan masa lalu dengan menghapusnya paksa dari ingatan.

Padahal, otak kita tidak bekerja seperti itu karena semakin menekan ingatan justru semakin membuatnya terasa lebih kuat.

Melupakan masa lalu bukan soal move on secara instan, melainkan membangun kekuatan mental yang sehat.

Lalu, bagaimana cara melupakan masa lalu secara efektif?

Cara Melupakan Masa Lalu dengan Menerima, Bukan Menghapus

Langkah pertama dan paling fundamental dalam melupakan masa lalu adalah mengubah mindset.

Kamu tidak perlu menghapus memori itu, tetapi kamu perlu mengubah makna emosional yang melekat pada memori tersebut.

Setiap penyesalan atau kesalahan besar adalah pelajaran yang berharga.

Kalau kamu terus melihatnya sebagai hukuman atas kebodohan di masa lalu, kamu hanya akan terus tersiksa.

Coba ubah perspektif menjadi “Apa yang bisa aku pelajari dari kejadian ini?”

Memori pahit itu sebenarnya adalah roadmap yang menunjukkan jalan mana yang tidak perlu kamu lewati lagi.

Dengan begitu, memori itu tidak lagi jadi belenggu, melainkan aset kebijaksanaan yang kamu bawa ke masa depan.

Salah satu teknik yang bisa membantu adalah teknik defusion dari terapi ACT (Acceptance and Commitment Therapy).

Ketika pikiran negatif tentang masa lalu terus muncul, misalnya "Aku gagal" atau "Aku nggak pantas bahagia", jangan berusaha melawannya atau menyingkirkannya.

Cukup rasakan pikiran itu seolah-olah seperti sebuah awan yang lewat.

Cobalah katakan pada dirimu sendiri, "Aku sedang punya pikiran bahwa aku gagal."

Dengan menambahkan frasa "Aku sedang punya pikiran bahwa...", kamu menciptakan jarak antara dirimu yang sekarang dengan isi pikiranmu.

Hal ini dapat membantu kamu sadar bahwa kamu bukan pikiran dan memori itu hanyalah sebuah cerita, bukan realitas mutlakmu.

Cara Melupakan Masa Lalu dengan Mengatasi Rasa Bersalah dan Penyesalan

Dua emosi terberat yang sering membuat kita terjebak di masa lalu adalah rasa bersalah dan penyesalan.

1. Praktikkan Self-Compassion (Kasih Sayang Diri)

Ketika melakukan kesalahan, kita sering kali justru menjadi kritikus terburuk bagi diri sendiri.

Coba mulai sekarang perlakukan dirimu sendiri seperti kamu memperlakukan sahabatmu yang sedang kesulitan.

Saat sahabatmu gagal, tentu kamu tidak akan memarahinya.

Pasti kamu akan memberi dukungan dan perlahan mengajaknya bangkit kembali.

Begitu pula dengan dirimu sendiri, cobalah belajar bersikap lebih lembut dan penuh pengertian terhadap apa yang sedang kamu rasakan.

Terapkan konsep self-compassion sebagai cara untuk mengenali rasa sakit dan memaafkan dirimu yang dulu.

Ingat, kamu hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna, dan wajar jika pernah melakukan kesalahan.

Memaafkan diri bukan berarti menghapus kesalahan, tapi membebaskan energimu untuk melakukan hal yang benar hari ini.

2. Menutup Loop dengan Closure

Kalau masa lalu yang menghantuimu berasal dari hubungan yang belum tuntas (broken closure), kamu harus menciptakan closure itu sendiri tanpa melibatkan orang lain.

Tulis semua hal yang ingin kamu katakan, entah itu penyesalan, rasa terima kasih, atau rasa sakit yang belum tersampaikan.

Tujuannya adalah untuk mengosongkan pikiran dan emosi ke atas kertas.

Setelah selesai, kamu bisa merobek atau membakarnya sebagai simbol pelepasan emosi.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Terkadang, closure terbaik adalah menerima bahwa tidak semua hal akan ada jawaban.

Terima saja semuanya bahwa hal itu sudah berlalu dan sekarang kamu memiliki kendali penuh atas cerita barumu.

Cara Melupakan Masa Lalu dengan Fokus pada Tindakan Hari Ini

Memori masa lalu akan mudah menyerang saat kamu memiliki banyak waktu kosong untuk overthinking.

Cara melupakan masa lalu yang paling efektif adalah dengan mengisi hidupmu dengan tujuan dan aksi nyata hari ini.

1. Arahkan Energi ke Tujuan Baru

Ketika memori pahit muncul, jangan berusaha untuk melawannya.

Alihkan energi tersebut ke tugas atau tujuan yang produktif.

Misalnya berolahraga di gym, mempelajari skill baru, atau mengerjakan proyek kantor yang sempat tertunda.

Saat pikiran sibuk dengan hal-hal yang dilakukan di masa kini, otak tidak lagi memiliki ruang untuk terus terjebak pada kecemasan masa lalu.

2. Bangun Rutinitas Baru

Rutinitas yang terstruktur seperti tidur jam yang sama, olahraga secara teratur, dan makan teratur dapat membantu menggantikan pola lama yang terkait dengan masa lalu.

Rutinitas baru memberikan rasa aman dan kendali yang sebelumnya tidak bisa kamu rasakan saat pikiranmu tergantung di masa lalu.

3. Berhenti Stalking

Terdengar klise, tetapi cara ini sangat penting untuk dilakukan.

Kalau memori burukmu terkait orang atau situasi tertentu, putuskan semua kontak digital, seperti memblokir media sosial atau menghapus nomor kontak.

Jangan pernah mencoba membuka kembali hal-hal yang sebelumnya sudah kamu tutup dari ingatan.

Setiap kali kamu melakukan stalking, kamu tidak hanya akan membuka luka lama, tetapi juga memberi ruang bagi memori tersebut untuk terus hidup di pikiranmu.

Cara Melupakan Masa Lalu dengan Mindfulness dan Dukungan Sosial

Ketika memori masa lalu datang menyerang, mindfulness adalah cara yang paling cepat membantu kamu kembali ke masa kini.

1. Teknik Grounding

Ini cara yang sangat berguna saat kamu saat merasa cemas karena terjebak di memori masa lalu.

Fokus pada lima indra yang ada di sekitarmu (Grounding 5-4-3-2-1).

Sebut 5 hal yang bisa kamu lihat, 4 hal yang bisa kamu sentuh, 3 hal yang bisa kamu dengar, 2 hal yang bisa kamu cium, dan 1 hal yang bisa kamu cicipi.

Teknik ini secara paksa akan mengarahkan otakmu dari masa lalu ke realitas saat ini.

2. Cari Dukungan yang Tepat

Tidak semua orang bisa memberi dukungan yang tepat.

Carilah orang lain yang bisa mendengarkan ceritamu tanpa menghakimi, atau pertimbangkan bantuan profesional (psikolog/terapis) yang dapat memberikan panduan untuk membantumu memproses emosi yang kompleks.

Ingat, meminta bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan tanda keberanian untuk menjadi lebih sehat.

Melupakan bukan berarti menghapus memori, melainkan membuatnya tidak lagi memiliki kuasa untuk mengendalikan emosi dan keputusanmu hari ini.

Kunci keberhasilan tidak terletak pada seberapa keras kamu berusaha melupakan, tapi seberapa konsisten kamu berusaha hadir di masa kini.

Jadi, tidak perlu takut dengan bayangan masa lalu, anggap saja itu sebagai latar belakang, bukan sebagai panggung utamamu.

Panggung utamamu adalah hari ini, di mana kamu punya kendali penuh untuk menciptakan cerita yang lebih baik.

Untuk membantumu berdamai dengan masa lalu, buku Pulih dari Trauma: Berkenalan dengan Trauma Processing Therapy dapat menjadi panduan yang menemani proses pemulihan emosimu.

Sering kali kita salah mengira trauma sebagai hukuman seumur hidup yang tidak bisa dihapus, padahal trauma itu sebenarnya memori yang tersimpan, dan memori itu bisa diproses ulang.

Buku Pulih dari Trauma ini membongkar pemahaman keliru itu dan mengajarkan bahwa trauma bukan sekadar kejadian, melainkan respons internal terhadap kejadian tersebut.

Karena trauma adalah memori, ada banyak hal saintifik yang bisa kita lakukan untuk memproses ulang ingatan yang menyakitkan tersebut.

Di buku ini, kamu akan diperkenalkan pada Trauma Processing Therapy (TPT), sebuah strategi untuk menolong dirimu yang "terjebak" di momen trauma sehingga kamu tidak perlu terus menderita.

Buku ini juga menyediakan latihan TPT singkat yang bisa langsung kamu coba untuk memulai perjalanan menuju pemulihan.

Kini saatnya kamu mengambil alih hakmu untuk hidup yang terbebas dari rasa sakit.

Buku Pulih dari Trauma: Berkenalan dengan Trauma Processing Therapy sudah tersedia dan bisa kamu akses di Gramedia.com dan Gramedia Digital untuk versi E-book.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi