Dampak KDRT dalam Kehidupan Dewasa Will Smith

Lihat Foto
Sumber Gambar: Dok. Bhuana Ilmu Populer
Buku Will 
Rujukan artikel ini:
Will
Pengarang: Will Smith, Mark Manson
Penulis Mursyidah
|
Editor: Puteri

“Di balik segala hal yang telah kulakukan sejak saat itu—segala penghargaan dan prestasi, panggung dan perhatian, karakter dan tawa—teriring lirih untaian permintaan maaf kepada ibuku akan tiadanya tindakanku di hari itu. Karena gagal melindunginya pada momen itu. Karena gagal menentang ayahku. Karena menjadi pengecut.”

Itulah penyesalan terdalam yang dirasakan Will Smith, bahkan meski dirinya sudah menjadi seseorang yang amat sukses.

Penyesalan itu terjadi karena ketidakmampuannya dalam melindungi ibunya dari kekerasan yang dilakukan sang ayah.

Will Smith sudah berhadapan dengan KDRT sejak ia kecil.

Saat umurnya masih 9 tahun, ia telah melihat secara langsung bagaimana ayahnya memukul ibunya dengan begitu keras.

Ia sendiri pun kerap mengalami kekerasan dari sang ayah jika melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan perintah sang ayah.

Sayangnya, di masa itu kekerasan masih dianggap hal normal, apalagi lingkungan tempat tinggal Will yang memang terkenal dengan kehidupan gangster dan penuh bandar narkoba.

Besar di lingkungan yang mewajarkan kekerasan, memaksa Will untuk membangun suatu kepribadian: “badut”—menjadi orang yang lucu.

Kepribadian ini ia bentuk demi melindungi dirinya sendiri dan menyembunyikan dirinya dari dunia—menyembunyikan kenyataan bahwa ia hanyalah seorang pengecut.

Will pun tumbuh dengan kepribadian yang selalu ingin menyenangkan orang lain, yang selalu butuh untuk diterima orang lain.

Ia tidak pernah bebas untuk membuat keputusan yang murni atas keinginannya sendiri, yang jujur dan benar bagi dirinya.

Namun, di balik kepribadian “manisnya” itu, Will juga memiliki kepribadian lain yang berlawanan: seorang pemarah.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Ia akan mengamuk jika merasa gagal menyenangkan orang lain, atau melihat orang lain kecewa, atau mengalami penolakan.

Dari luar, Will mungkin terlihat baik-baik saja, tetapi sesungguhnya ada luka di dalam dirinya, ada trauma dan gangguan mental yang perlu disembuhkan.

Luka dan trauma ini dirasakan oleh orang-orang di dekatnya.

Hasratnya yang selalu ingin menyenangkan orang lain, tidak ingin melihat mereka kecewa, tanpa disadari membuat Will bertindak berlebihan.

Baginya, tindakan yang dilakukannya adalah hal yang wajar, tetapi bagi orang-orang di sekitarnya itu terasa menyesakkan dan mengekang.

Akibatnya, hubungan mereka pun mulai terganggu dan rawan akan kehancuran.

Mungkin banyak yang belum mengetahui sisi kelam Will yang satu ini.

Mungkin banyak di antara kita yang hanya mengetahui sepak terjang Will dalam dunia hiburan, tetapi tidak tahu apa pun kegelapan yang ada di balik kesuksesannya.

Karenanya, Will mencoba membuka dirinya dengan menulis sebuah buku yang mengangkat kisah hidupnya, yaitu Will.

Dalam buku ini, Will berbagi pengalaman hidupnya, dimulai dari masa-masa kecilnya, hubungannya yang rumit dengan sang ayah, awal karier rapnya, hingga pengalaman menyedihkannya saat dipenjara, bangkrut, bahkan bercerai.

Buku Will ini bukan sekadar autobiografi Will Smith semata, melainkan sebuah buku dengan banyak pelajaran hidup yang bisa kita rengkuh.

Membaca kisah Will ini, kita tak hanya menemukan perjalanan hidupnya, tetapi juga akan mengalami perasaan termotivasi, terinspirasi, bahkan melihat sudut pandang baru terkait dunia hiburan.

Dapatkan segera buku Will di Gramedia.com.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi