7 Fungsi Majas dalam Karya Sastra yang Sangat Penting

Lihat Foto
Photo by ThoughtCatalog on Pixabay
Fungsi majas dalam karya sastra
Rujukan artikel ini:
Mengenal Gaya Bahasa dan Peribahasa
Pengarang: Arni Susanti Oktavia
|
Editor: Rahmad

Sebagai penggemar karya sastra, kamu pasti setuju bahwa majas adalah hal penting dalam sebuah karya sastra. Hal ini karena fungsi majas dalam karya sastra sangat melekat dan jadi alat atau jalan bagi penulis untuk memberi nilai atau value dalam karya sastranya.

Penggunaan majas dalam karya sastra juga jadi daya tarik bagi pembaca dan membedakan dari bacaan lain seperti karya ilmiah.

Majas ini bisa mudah kamu temukan dalam karya sastra puisi, cerpen, novel, dan sebagainya. Lalu apa itu majas dan bagaimana fungsi majas dalam karya sastra?

Pengertian Majas

Majas adalah bentuk gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan dengan cara imajinatif dalam sebuah karya sastra. Seseorang menggunakan majas ini untuk memberi pembaca atau pendengar tentang bagaimana gambaran gaya bahasa yang cenderung dirasakannya.

Karakter majas ini biasanya tertanam dalam sebuah karya sastra, baik cerpen maupun puisi. Pada umumnya penggunaan pola tutur dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan dalam percakapan dengan orang yang cukup dekat.

Meskipun sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, banyak dari kita yang masih belum mengetahui bahwa terkadang kita menggunakan pola majas ini dalam percakapan kita. Selain itu, bahasa Indonesia menunjukkan pola tutur yang beragam.

Khususnya Kridalaksana (2001) menunjukkan bahwa gaya bahasa dapat memanfaatkan kekayaan bahasa lisan atau tulisan dalam karya sastra. Selain itu, bahasa majas ini juga dapat digunakan untuk hal-hal tertentu untuk mencapai efek tertentu pula.

Kridalaksana juga mengatakan bahwa karakter penulis juga bisa dilihat dari penggunaan gaya bahasanya, termasuk penggunaan maja.

Dari pemaparan makna majas di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian majas adalah gaya bicara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi atau membujuk pembaca atau pendengar. Ini berarti bahwa bahasa dapat digunakan dalam bentuk tulisan dan lisan.

Fungsi Majas dalam Karya Sastra

Berdasarkan pengertian majas di atas, maka kita sudah bisa menelaah bagaimana fungsi majas dalam karya sastra, seperti berikut ini:

1. Bangun Kesenangan

Salah satu fungsi majas dalam karya sastra adalah untuk menciptakan kesenangan. Biasanya ketika kita menggunakan majas, kata-kata biasa menjadi lebih indah, menarik dan berkesan. Artinya setiap kalimat yang menggunakan majas bisa memiliki nilai emosional.

Jika kata, kalimat dan juga karangan tersebut ditujukan khusus untuk orang lain atau bisa juga ditujukan untuk pembaca.

Kemudian cara berbicaranya sendiri menimbulkan rasa senang dibandingkan dengan kalimat biasa. Kegembiraan, tentu saja, memiliki banyak bentuk di sini. Tergantung penerimanya.

2. Ciptakan Imajinasi

Selain konstruksi yang menyenangkan, pola bahasa juga berperan sebagai pencipta imajinasi. Karena gaya bahasa majas dapat merangsang seseorang untuk mengembangkan imajinasi.

Kehadiran majas dalam sebuah karya sastra memiliki makna yang dapat dimaknai berbeda dari orang ke orang. Arti dari majas dapat berbeda-beda sesuai dengan cara berpikir, pengetahuan dan pandangan orang tersebut.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Tentu hal ini mempengaruhi kualitas imajinasi atau pembentukan cara pandang pembaca atau pakar. Selain itu pola bahasa juga memiliki tugas mendekatkan pembaca dengan pengarang.

Majas jadi salah satu cara penulis menyampaikan maksud. Seperti contoh majas metafora yang digunakan penulis berfungsi untuk membandingkan sesuatu hal demi tujuan yang ingin penulis sampaikan.

3. Mendekatkan Pembaca dengan Penulis

Seperti disebutkan di atas, pola bahasa juga dapat digunakan untuk menciptakan hubungan emosional antara pembaca dan penulis. Lalu mengapa?

Hal ini karena ada banyak macam cara berbicara. Di mana banyak majas yang ada maka menawarkan tekanan nilai yang semakin penting.

4. Bersifat Esensial

Sesuatu yang bernilai intrinsik sebenarnya tampak lebih dalam. Misalnya, ketika sebuah kalimat ditulis menggunakan dua teknik berbeda. Sebuah kalimat ditulis dengan kata-kata umum dan sebagainya, kemudian bandingkan dengan kalimat lain ditulis dengan majas.

Tentu saja, kalimat dengan bahasa sehari-hari terdengar berbeda dan lebih masuk akal. Namun majas bisa berfungsi sebagai tanda karya sastra yang kreatif.

5. Meningkatkan Minat Pembaca Pada Karya Sastra

Jika diperhatikan, kehadiran sulih suara justru menyedot perhatian para pecinta sastra. Dimana penggunaan majas ini dapat memberikan nilai tambah pada sebuah karya tulis.

Kemudian gaya bahasa majas juga dapat menghidupkan karya. Ini juga membantu mengklarifikasi maksud dan deskripsi penulis sesuai tujuan yang ingin dicapai.

6. Buat Penawaran

Salah satu fungsi majas juga untuk membuat saran dari penulis kepada pembaca. Selain itu, cara bertutur dapat menciptakan efek informasional yang padat, kaya, menarik dan efektif bagi pembaca.

Sehingga para pembaca dapat menikmati dan tetap mendapatkan informasi tentang karya sastra tersebut.

Buku Mengenal Gaya Bahasa dan Peribahasa yang ditulis Arni Susanti Oktaviani bisa kamu gunakan sebagai referensi belajar gaya bahasa. Termasuk bagaimana fungsi majas dalam karya sastra yang sangat penting.

Buku ini bisa kamu pesan dan beli di Gramedia.com!

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi