Review Buku Hujan Karya Tere Liye: Kisah Cinta di Dunia Distopia

Lihat Foto
Sumber Gambar: Gramedia.com
Review Novel Hujan
Rujukan artikel ini:
Hujan
Pengarang: Tere Liye
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Dua remaja, laki-laki dan perempuan, bertemu lalu berteman, dan kemudian jatuh cinta.

Tidak ada yang istimewa, tapi bagaimana jika kisah ini dimulai ketika seluruh dunia hancur karena sebuah bencana?

Novel Hujan karya Tere Liye adalah salah satu dari sekian banyak bukunya yang sukses di pasaran.

Kisah tentang cinta, keluarga, dan persahabatan ini mampu membuat para pembaca terharu.

Sinopsis Buku Hujan

Sebuah tragedi menimpa Bumi di tahun 2042, ketika sebuah gunung berapi purba meletus dan menciptakan gempa besar.

Lail dan ibunya sedang berada dalam kereta bawah tanah ketika peristiwa itu terjadi.

Dalam usahanya menyelamatkan diri, ibu Lail tewas dan meninggalkan Lail seorang diri.

Lail berhasil lolos dari maut bersama seorang pemuda yang memperkenalkan diri dengan nama Esok.

Pemuda itu baik dan menjaga Lail seperti menjaga adiknya sendiri.

Kehidupan Lail dan Esok menjadi seperti mimpi buruk ketika akhirnya mereka harus hidup di tempat penampungan.

Lail sebatang kara, dan Esok dengan ibunya yang kakinya harus diamputasi akibat bencana tersebut.

Esok dan Lail selalu bersama-sama.

Lail mengagumi Esok yang ceria, cerdas, dan penyayang.

Tanpa ia sadari, ia menyimpan perasaan pada sahabat barunya itu.

Seiring berjalannya waktu, dunia mulai memulihkan dirinya sendiri.

Saat itulah, mimpi buruk Lail datang.

Esok diboyong ke ibu kota karena kecerdasannya.

Ia akan berpisah dari Lail dan hanya bisa bertemu sesekali.

Sementara itu, Lail akhirnya dipindahkan ke sebuah panti asuhan tempat ia bertemu dengan Maryam.

Lail dan Maryam lalu mengikuti pelatihan untuk menjadi perawat di sebuah pusat bantuan bencana.

Mereka bahu membahu untuk menjadi relawan agar dapat membantu orang-orang yang kesulitan.

Kedua sahabat itu menjadi dua peserta termuda yang lolos dan mereka banyak melakukan kegiatan heroik yang dikagumi oleh semua orang.

Dalam beberapa kesempatan, Lail akan bertemu dengan Esok yang sesekali pulang ke kotanya dan mereka akan saling bertukar cerita.

Makin lama, Lail makin jarang bertemu dengan Esok.

Esok adalah sosok ilmuwan muda jenius yang sangat diandalkan negara tersebut, yang lebih dikenal dengan nama aslinya, yaitu Soke Bahtera.

Namun, Lail tetap percaya bahwa Esok akan selalu menjadi Esok yang ia kenal.

Lail tetap menunggu untuk bertemu dengannya, untuk sekadar bertemu dan bercerita tentang kehidupan masing-masing.

Ketika dunia kelihatannya sudah akan pulih, bencana datang kembali.

Kali ini, dibawa sendiri oleh manusia.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Pemerintah mulai gelisah akan iklim yang tidak pasti dan mencoba untuk mengatur iklim sendiri.

Hal ini mulai membahayakan Bumi, sehingga terdapat prediksi bahwa Bumi takkan jadi planet yang layak huni dalam hitungan tahun.

Esok diandalkan untuk menyelamatkan umat manusia, namun tak semua orang bisa ia selamatkan.

Sebagai pemilik paten teknologi yang akan menyelamatkan umat manusia, ia hanya bisa memilih satu orang untuk ia selamatkan.

Semua orang mengira orang itu adalah Lail, namun harapan Lail dihancurkan ketika Claudia hadir di tengah-tengah mereka.

Orang tua angkat Esok menuntut Esok untuk membawa adik kandungnya, Claudia.

Esok yang berutang budi pada kedua orang tua angkatnya tak mungkin menolak permintaan tersebut.

Patah hati dan kebingungan, Lail memutuskan untuk menghapuskan kenangannya tentang Esok di sebuah pusat rehabilitasi kenangan.

Lail tak sanggup mengingat Esok yang akan segera berpisah selamanya dengannya.

Lail memutuskan untuk melupakan Esok sama sekali.

Di detik-detik terakhir, Lail harus memutuskan, akankah dia memutuskan untuk tetap mengingat Esok sepanjang sisa hidupnya, atau haruskah ia mengubur ingatannya tentang Esok?

Review Buku Hujan: Persahabatan dan Cinta dalam Fiksi Sains

Meskipun bertema fiksi sains, novel ini diceritakan dengan narasi yang sederhana dan sesuai dengan target pembacanya, yaitu remaja.

Teknologi yang digambarkan ada di Bumi sepanjang tahun 2042 sampai 2050 yang kental dengan unsur futuristik, tapi masih bisa dibayangkan dengan mudah.

Tere Liye tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap sikap manusia di masa depan tersebut, hanya kemajuan teknologi dan kehancuran Bumi saja.

Lail dan Esok menjadi tokoh favorit di buku ini.

Lail adalah gadis yang tabah, lembut, baik hati, dan selalu siap membantu.

Sedangkan Esok adalah sosok pemuda yang rendah hati meskipun terkenal akan kejeniusannya.

Ia juga perhatian dan penyayang pada Lail yang selalu dianggapnya seperti adiknya sendiri.

Kisah persahabatan mereka yang perlahan mulai menjadi romantis dibangun dengan pelan-pelan dan bertahap.

Salah satu tokoh yang menarik perhatian adalah Maryam, sahabat Lail yang lucu dan periang.

Maryam juga merupakan salah satu tokoh yang selalu mendorong Lail untuk menyatakan perasaanya pada Esok, meskipun selalu ditolak Lail.

Seperti juga karya Tere Liye lainnya, buku ini sarat dengan nasihat-nasihat baik yang bisa menginspirasi pembaca.

Dikemas dalam dunia distopia yang menarik dan penuh tantangan, novel ini membawa suasana baru yang berbeda dari novel-novel persahabatan dan percintaan pada umumnya.

Dunia yang digambarkan mengalami naik turun yang menunjukkan betapa berkembang pesatnya teknologi di tahun tersebut.

Sepak terjang Lail-Maryam yang digambarkan dalam cerita juga akan membuat pembaca merasa kagum pada dua sosok sahabat yang pantang menyerah untuk membantu umat manusia ini.

Untuk kamu yang ingin membaca Hujan, siap-siap merasa campur aduk karena alur ceritanya yang akan membuat kamu tersenyum, tertawa, bahkan terharu sampai meneteskan air mata.

Segera dapatkan novel Hujan hanya di Gramedia.com!

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi