Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bazi Bukan Sekadar Ramalan, Ini Cara Memahaminya

Kompas.com, 2 September 2026, 18:00 WIB
Buku Bazi Selatan dan Konvensional Sumber Gambar: Bhuana Ilmu Populer Buku Bazi Selatan dan Konvensional
Rujukan artikel ini:
Bazi Selatan dan Konvensional
Pengarang: Xiang Yi
|
Editor Novia Putri Anindhita

Ketika mendengar istilah Bazi, sebagian orang mungkin langsung membayangkan ramalan tentang jodoh, karier, kekayaan, atau masa depan.

Tidak sedikit pula yang menganggap Bazi sebagai cara untuk mengetahui apa yang akan terjadi dalam hidup seseorang.

Padahal, pemahaman tersebut belum tentu menggambarkan keseluruhan konsep Bazi.

Bazi atau Hasta Aksara merupakan sebuah sistem pengetahuan tradisional yang menggunakan informasi kelahiran seseorang untuk membaca struktur dan pola tertentu.

Karena itu, pembahasannya tidak selalu harus berujung pada pertanyaan “Apa yang akan terjadi kepada saya?” Pertanyaan yang tidak kalah menarik justru “Apa yang bisa saya pahami tentang diri saya dari pola tersebut?”

Hal ini menjadi salah satu sudut pandang menarik yang dibahas dalam episode podcast YouTube Monety Official bersama Xiang Yi.

Pembahasan mengenai Bazi tidak hanya berkutat pada kemampuan membaca kehidupan seseorang, tetapi juga bagaimana memahami sistem dan pola yang ada di baliknya.

Bukan Menentukan Nasib, tetapi Membaca Pola

Salah satu hal yang perlu dipahami ketika mempelajari Bazi adalah perbedaan antara membaca pola dan menentukan nasib.

Bazi bekerja dengan struktur delapan aksara yang berasal dari informasi waktu kelahiran seseorang.

Dari struktur tersebut, berbagai elemen kemudian dianalisis untuk melihat interaksi dan keseimbangannya.

Dengan pendekatan tersebut, Bazi lebih tepat dipahami sebagai sebuah metode untuk membaca kecenderungan atau pola tertentu, bukan sebagai kepastian mutlak mengenai masa depan seseorang.

Ini penting karena cara pandang tersebut membuat seseorang tidak menjadikan hasil pembacaan sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.

Misalnya, seseorang mendapatkan gambaran bahwa dirinya memiliki kecenderungan tertentu dalam pekerjaan.

Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan refleksi, apakah karakter tersebut memang terasa dalam kehidupan sehari-hari? Apakah ada pola yang berulang dalam cara mengambil keputusan?

Dengan begitu, Bazi dapat menjadi bahan untuk mengenali diri, bukan sekadar mencari jawaban instan mengenai masa depan.

Kenapa Memahami Interaksi Elemen Itu Penting?

Salah satu bagian yang menarik dari Bazi adalah konsep interaksi antarelemen.

Dalam sistem Bazi, terdapat lima elemen utama yang dikenal sebagai kayu, api, tanah, logam, dan air.

Elemen-elemen tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki hubungan dan interaksi satu sama lain.

Karena itu, membaca Bazi tidak cukup hanya dengan melihat satu elemen kemudian langsung menarik kesimpulan.

Konteks keseluruhan struktur menjadi penting.

Pendekatan seperti ini sebenarnya mengajarkan satu hal yang cukup relevan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu jangan menilai seseorang hanya berdasarkan satu karakter.

Seseorang mungkin terlihat sangat berani dalam satu situasi, tetapi bisa sangat berhati-hati dalam situasi lainnya.

Ada orang yang terlihat sangat rasional ketika bekerja, tetapi mengambil keputusan berbeda ketika berhubungan dengan keluarga.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Manusia memang kompleks.

Karena itu, membaca suatu pola juga membutuhkan konteks.

Bazi Bisa Menjadi Alat untuk Mengenali Diri

Jika digunakan sebagai bahan refleksi, pembahasan Bazi dapat membantu seseorang mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru tentang dirinya sendiri.

Misalnya:

  • Apa pola yang sering muncul ketika saya mengambil keputusan?
  • Dalam situasi seperti apa saya biasanya merasa paling nyaman?
  • Apa kecenderungan yang justru sering menjadi tantangan bagi diri saya?
  • Apakah cara saya menghadapi pekerjaan sesuai dengan karakter yang saya miliki?
  • Mengapa saya berulang kali menghadapi pola masalah yang serupa?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih berguna daripada sekadar mencari tahu apakah tahun depan akan menjadi tahun keberuntungan.

Sebab memahami diri sendiri merupakan proses yang dapat membantu seseorang membuat keputusan secara lebih sadar.

Bazi dalam konteks ini bukan digunakan untuk menggantikan pertimbangan pribadi, melainkan menjadi salah satu perspektif tambahan untuk melihat diri sendiri.

Jangan Terjebak pada Ramalan Instan

Ketertarikan terhadap Bazi juga perlu diimbangi dengan pemahaman yang tepat.

Ketika sebuah metode dikaitkan dengan masa depan, ada kecenderungan manusia untuk mencari jawaban yang serbapasti.

Keputusan seseorang tetap dipengaruhi oleh pendidikan, lingkungan, kondisi ekonomi, pengalaman, relasi, kebiasaan, serta pilihan yang dibuat sepanjang hidup.

Karena itu, informasi apa pun yang diperoleh dari Bazi sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai vonis.

Justru yang lebih menarik adalah menjadikannya sebagai bahan untuk berpikir.

Jika suatu pembacaan menunjukkan kecenderungan tertentu, seseorang bisa mengujinya melalui pengalaman nyata.

Jika terasa relevan, informasi tersebut dapat menjadi bahan refleksi.

Namun, jika tidak sesuai, bukan berarti seseorang harus memaksakan kehidupannya agar mengikuti hasil pembacaan.

Semua keputusan tetap berada di tangan individu.

Dari pembahasan tersebut, kita bisa melihat bahwa Bazi memiliki sisi yang jauh lebih luas daripada sekadar prediksi mengenai masa depan.

Ada sistem, struktur, dan interaksi elemen yang perlu dipahami sebelum menarik sebuah kesimpulan.

Ingin mengetahui pembahasan Bazi secara lebih lengkap, termasuk sejarah, konsep, serta bagaimana sistem Hasta Aksara dipahami? Saksikan episode podcast bersama Xiang Yi di YouTube Monety Official.

Untuk kamu yang ingin menggali Bazi lebih mendalam, buku Bazi Selatan dan Konvensional karya Xiang Yi dapat menjadi referensi.

Buku ini membahas sejarah dan perkembangan Bazi, konsep Bazi Selatan, hingga lebih dari 100 studi kasus tokoh ternama dengan penjelasan mengenai interaksi elemen.

Buku tersebut tersedia di Gramedia.com, Gramedia Digital, maupun toko Gramedia terdekat.

Jangan lupa untuk terus mendapatkan insight seputar bisnis, keuangan, teknologi, lifestyle, news update, dan rekomendasi buku dengan mengikuti Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, serta mengunjungi www.monety.id.

Monety merupakan platform belajar untuk Milenial dan Gen Z yang membahas bisnis, keuangan, teknologi, lifestyle, news update, serta rekomendasi buku untuk membantu meningkatkan wawasan dan skill.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau