Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Migrasi Burung? Pengertian, Penyebab, dan Proses Terjadinya

Kompas.com, 3 September 2026, 15:00 WIB
Apa Itu Migrasi Burung  Sumber Gambar: Pexels.com/Brian Forsyth Apa Itu Migrasi Burung 
Rujukan artikel ini:
Ensiklopedia Dunia Burung
Pengarang: Rani Yulianty
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Burung merupakan salah satu kelompok hewan yang memiliki kemampuan luar biasa untuk berpindah tempat dalam jarak yang sangat jauh.

Setiap tahun, jutaan burung melakukan perjalanan lintas benua, melintasi laut, pegunungan, gurun, dan berbagai kondisi cuaca untuk mencapai lokasi yang lebih sesuai bagi kelangsungan hidup mereka.

Fenomena ini dikenal sebagai migrasi burung.

Burung dapat kembali ke lokasi yang sama setiap tahun meskipun harus menempuh ribuan kilometer.

Selain menjadi fenomena alam yang menakjubkan, migrasi burung juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu migrasi burung, penyebab, dan bagaimana prosesnya terjadinya.

Apa Itu Migrasi Burung?

Migrasi burung adalah perpindahan musiman burung dari satu wilayah ke wilayah lain secara teratur untuk mencari kondisi yang lebih baik, terutama terkait makanan, iklim, dan tempat berkembang biak.

Migrasi biasanya terjadi pada waktu tertentu setiap tahun, misalnya saat musim dingin atau musim panas.

Burung yang melakukan perpindahan ini disebut burung migran.

Perjalanan migrasi dapat berlangsung pada jarak beberapa kilometer, ratusan kilometer, hingga ribuan kilometer melintasi negara dan benua.

Contohnya, beberapa burung dari Siberia bermigrasi ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, ketika musim dingin tiba di wilayah asalnya.

Mengapa Burung Bermigrasi?

1. Mencari Makanan

Salah satu alasan utama migrasi adalah ketersediaan makanan.

Ketika musim dingin datang, banyak serangga, biji-bijian, atau tumbuhan yang menjadi sumber makanan burung berkurang sehingga burung berpindah ke daerah yang lebih hangat dan kaya makanan.

2. Mencari Tempat Berkembang Biak

Beberapa wilayah memiliki kondisi yang lebih aman dan mendukung untuk bertelur serta membesarkan anak.

Burung sering bermigrasi ke daerah dengan suhu yang sesuai, predator lebih sedikit, dan sumber makanan melimpah untuk anak-anaknya.

3. Menghindari Cuaca Ekstrem

Suhu yang terlalu dingin dapat menyulitkan burung untuk bertahan hidup.

Dengan bermigrasi, mereka dapat menghindari kondisi cuaca yang membahayakan.

4. Mengikuti Perubahan Musim

Perubahan panjang siang dan malam menjadi sinyal alami bagi banyak spesies burung untuk memulai migrasi.

Kapan Migrasi Burung Terjadi?

Migrasi umumnya terjadi dua kali dalam setahun.

1. Migrasi Musim Gugur

Burung berpindah dari daerah beriklim dingin menuju daerah yang lebih hangat untuk menghabiskan musim dingin.

2. Migrasi Musim Semi

Setelah musim dingin berakhir, burung kembali ke daerah asalnya untuk berkembang biak.

Di Indonesia, puncak kedatangan banyak burung migran dari belahan bumi utara biasanya terjadi sekitar September hingga April.

Bagaimana Burung Menentukan Arah Migrasi?

Salah satu hal paling menakjubkan dari migrasi burung adalah kemampuan navigasinya.

1. Menggunakan Matahari

Burung dapat memanfaatkan posisi matahari sebagai kompas alami pada siang hari.

2. Menggunakan Bintang

Beberapa spesies burung malam menggunakan pola bintang untuk menentukan arah perjalanan.

3. Medan Magnet Bumi

Penelitian menunjukkan bahwa banyak burung memiliki kemampuan mendeteksi medan magnet bumi sehingga mereka dapat mengetahui arah utara dan selatan.

4. Mengingat Bentang Alam

Burung juga mengenali bagian garis pantai, sungai, pegunungan, dan ciri-ciri geografis lainnya sebagai penunjuk arah.

Kemampuan ini memungkinkan mereka kembali ke lokasi yang sama setiap tahun dengan tingkat ketepatan yang luar biasa.

Jenis-Jenis Migrasi Burung

1. Migrasi Jarak Jauh

Migrasi jarak jauh terjadi ketika burung berpindah antarnegara atau antarbenua untuk mencari tempat yang lebih sesuai bagi kebutuhan hidupnya.

Salah satu contohnya adalah Arctic tern yang bermigrasi dari Kutub Utara dan Kutub Selatan.

2. Migrasi Jarak Pendek

Perpindahan hanya beberapa ratus kilometer untuk mencari makanan atau suhu yang lebih nyaman.

3. Migrasi Vertikal

Burung berpindah dari pegunungan ke dataran rendah atau sebaliknya sesuai perubahan musim.

4. Migrasi Parsial

Tidak semua individu dalam satu spesies bermigrasi.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Sebagian tetap tinggal di wilayah asalnya, sementara sebagian lain berpindah.

Proses Terjadinya Migrasi Burung

1. Persiapan Sebelum Migrasi

Sebelum berangkat, burung biasanya makan lebih banyak, menyimpan cadangan lemak, dan meningkatkan aktivitas fisik untuk memperkuat otot terbang.

Cadangan lemak sangat penting karena menjadi sumber energi utama selama perjalanan panjang.

2. Perjalanan Migrasi

Burung dapat terbang sendirian, berpasangan, atau dalam kelompok besar berbentuk huruf V untuk menghemat energi.

Beberapa spesies mampu terbang tanpa berhenti selama puluhan jam bahkan berhari-hari.

3. Berhenti di Tempat Singgah

Selama perjalanan, burung sering menggunakan stopover site atau tempat singgah untuk beristirahat dan mencari makan sebelum melanjutkan perjalanan.

4. Tiba di Tujuan

Setelah mencapai lokasi tujuan, burung akan mencari wilayah yang sesuai untuk menetap sementara dan berkembang biak.

Burung biasanya membangun sarang, bertelur, serta merawat anak-anaknya sebelum kembali melakukan migrasi.

Contoh Burung Migran yang Terkenal

1. Arctic Tern

Memiliki salah satu rute migrasi terpanjang di dunia, lebih dari 40.000 kilometer setiap tahun.

2. Burung Layang-Layang

Banyak spesies layang-layang melakukan migrasi musiman untuk mengikuti ketersediaan serangga.

3. Kedidi dan Trinil

Burung pantai ini sering bermigrasi dari Siberia menuju Indonesia dan Australia.

4. Bangau dan Angsa Liar

Mereka dikenal bermigrasi dalam formasi kelompok besar yang mudah diamati.

Jalur Migrasi Burung di Indonesia

Indonesia berada di kawasan East Asian–Australasian Flyway, salah satu jalur migrasi burung terpenting di dunia.

Setiap tahun, berbagai jenis burung bermigrasi dari wilayah seperti Siberia, Tiongkok, Jepang, dan Korea menuju wilayah Indonesia sebagai tempat singgah atau lokasi selama musim dingin.

Beberapa wilayah yang menjadi habitat penting bagi burung migran antara lain pantai utara Jawa, Sumatra bagian timur, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Keberadaan lahan basah, seperti hutan mangrove, rawa, dan kawasan pantai berlumpur, sangat penting karena menyediakan sumber makanan dan tempat beristirahat bagi burung selama melakukan migrasi.

Manfaat Migrasi Burung bagi Ekosistem

1. Mengendalikan Populasi Serangga

Banyak burung migran memakan serangga sehingga membantu mengurangi hama alami.

2. Membantu Penyebaran Biji

Burung dapat menyebarkan biji tumbuhan ke berbagai wilayah sehingga mendukung regenerasi hutan dan vegetasi.

3. Menjadi Indikator Kesehatan Lingkungan

Perubahan pola migrasi sering digunakan ilmuwan untuk memantau kondisi ekosistem dan dampak perubahan iklim.

4. Mendukung Keanekaragaman Hayati

Kehadiran burung migran memperkaya keanekaragaman spesies di suatu wilayah pada waktu tertentu dalam setahun.

Ancaman terhadap Burung Migran

1. Hilangnya Habitat

Alih fungsi lahan basah menjadi kawasan permukiman, tambak, atau industri menyebabkan berkurangnya habitat yang dapat digunakan burung migran untuk singgah selama perjalanan.

2. Perubahan Iklim

Perubahan suhu global dapat mengganggu pola migrasi burung, termasuk waktu migrasi, ketersediaan makanan, serta lokasi yang digunakan untuk berkembang biak.

3. Perburuan dan Perdagangan Ilegal

Perburuan dan perdagangan ilegal masih menjadi ancaman bagi beberapa jenis burung migran.

Burung yang ditangkap untuk dikonsumsi atau diperjualbelikan dapat mengalami penurunan populasi jika aktivitas tersebut berlangsung terus-menerus.

4. Polusi dan Gangguan Manusia

Pencemaran air, sampah plastik, serta berbagai aktivitas manusia di kawasan pantai dapat mengganggu burung migran saat beristirahat dan mencari makan.

Gangguan yang terus-menerus dapat membuat burung kehilangan tempat singgah yang aman selama perjalanan migrasinya.

Migrasi burung merupakan salah satu fenomena alam paling luar biasa di dunia hewan.

Perpindahan musiman ini menunjukkan kemampuan navigasi, adaptasi, dan ketahanan burung yang sangat mengagumkan.

Dengan bermigrasi, burung dapat mencari makanan, menghindari cuaca ekstrem, dan menemukan tempat yang lebih aman untuk berkembang biak.

Bagi kamu yang ingin mengenal dunia burung lebih jauh, buku Ensiklopedia Dunia Burung dapat menjadi bacaan pendamping yang sangat menarik.

Buku ini menyajikan informasi tentang berbagai jenis burung, karakteristiknya, habitat, perilaku, hingga fakta-fakta unik yang membantu pembaca memahami keanekaragaman burung di seluruh dunia.

Dengan mempelajari berbagai spesies burung melalui ensiklopedia ini, Kamu dapat memperoleh gambaran yang lebih luas tentang bagaimana migrasi menjadi bagian penting dari kehidupan banyak jenis burung dan mengapa pelestarian habitat mereka sangat diperlukan.

Buku Ensiklopedia Dunia Burung tersedia di Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau