Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Melakukan Declutter Galeri HP untuk Melegakan Penyimpanan Perangkat

Kompas.com, 30 Juli 2026, 09:00 WIB
Declutter Galeri Sumber Gambar: Pexels.com/Plann  Declutter Galeri
Rujukan artikel ini:
Sistem Komputer
Pengarang: Hermawaty, S.T., S.Kom, M.Kom.,…
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Galeri HP yang penuh bukan hanya membuat penyimpanan cepat habis, tetapi juga menyulitkan saat mencari foto penting.

Melakukan declutter secara berkala membantu mengelola koleksi foto dan video agar lebih rapi serta memudahkan proses pencadangan ke cloud.

Apa itu Declutter Galeri?

Declutter galeri adalah proses menyaring, mengatur, dan menghapus foto maupun video yang sudah tidak diperlukan agar ruang penyimpanan lebih lega dan koleksi media lebih mudah dikelola.

Berbeda dengan sekadar menghapus file secara acak, declutter dilakukan dengan memilah tangkapan layar, foto duplikat, video lama, dan media lain yang sudah tidak memiliki nilai guna.

Google Photos maupun Apple Photos juga menyediakan fitur bawaan untuk membantu menemukan file serupa, tangkapan layar, hingga foto buram sehingga proses ini menjadi lebih mudah.

6 Cara Declutter Galeri HP untuk Melegakan Ruang Penyimpanan

Setelah mengetahui file apa saja yang sering memenuhi galeri, kamu bisa mulai melakukan pembersihan secara bertahap.

Ikuti langkah berikut agar foto penting tetap aman dan ruang penyimpanan lebih terkendali.

1. Bersihkan Folder Tangkapan Layar (Screenshots) secara Berkala

Folder screenshot sering berisi gambar sementara seperti bukti transaksi lama, percakapan, informasi perjalanan, atau referensi yang hanya digunakan sekali.

File seperti ini dapat dihapus setelah kamu memastikan informasinya sudah tidak dibutuhkan.

Google Photos menyediakan kategori pembersihan seperti Screenshots melalui fitur pengelolaan penyimpanan (Manage storage) untuk membantu menemukan jenis file tersebut dengan lebih cepat.

2. Matikan Fitur Unduhan Otomatis Media pada Aplikasi WhatsApp

Foto dan video dari grup WhatsApp sering menjadi penyebab galeri cepat penuh karena tersimpan otomatis tanpa disadari.

Kamu dapat membatasi penyimpanan media dengan mematikan fitur unduhan otomatis melalui pengaturan WhatsApp.

Pada WhatsApp, buka Settings → Storage and Data, lalu atur bagian Media Auto-Download agar foto, video, atau dokumen tidak langsung tersimpan jika tidak diperlukan.

3. Gunakan Fitur Deteksi Duplikasi yang Tersedia

Foto yang sama atau memiliki kemiripan tinggi sering muncul karena pengambilan gambar berulang, hasil edit, atau kiriman ulang dari aplikasi pesan.

Menghapus file duplikat membantu mengurangi penggunaan ruang tanpa kehilangan koleksi utama.

Pada perangkat Apple dengan iOS 16 atau lebih baru, aplikasi Photos menyediakan album Duplicates untuk menggabungkan foto yang sama.

Sementara itu, Google Photos memiliki fitur peninjauan file berukuran besar dan kategori tertentu untuk membantu proses pembersihan penyimpanan.

4. Manfaatkan Pencarian Cerdas Google Photos untuk Menemukan Dokumen Lama

Google Photos tidak hanya mencari berdasarkan nama file, tetapi juga menggunakan kemampuan pencarian berbasis kategori, objek, lokasi, dan teks pada gambar.

Fitur ini dapat membantu kamu menemukan foto dokumen, tangkapan layar, atau gambar tertentu tanpa membuka galeri satu per satu.

Gunakan kata pencarian seperti “document”, “screenshot”, atau “receipt” untuk menemukan jenis gambar tertentu, lalu hapus file yang sudah tidak diperlukan.

Google menjelaskan bahwa fitur pencarian Photos dapat menemukan foto berdasarkan orang, tempat, benda, dan informasi yang dikenali dari gambar.

5. Kelompokkan Foto ke Dalam Sistem Album yang Rapi

Tidak semua foto perlu disimpan bercampur dalam satu tampilan galeri.

Buat album berdasarkan kategori seperti perjalanan, keluarga, pekerjaan, atau dokumen agar file penting lebih mudah ditemukan.

Google Photos menyediakan fitur pembuatan album untuk mengorganisasi koleksi foto, sedangkan Apple Photos juga menyediakan album khusus untuk mengelompokkan gambar berdasarkan kebutuhan pengguna.

6. Kosongkan Folder Sampah (Trash/Recently Deleted) secara Permanen

Menghapus foto dari galeri belum tentu langsung mengembalikan ruang penyimpanan.

Pada beberapa layanan, file yang dihapus masih berada di folder sampah selama periode tertentu sebelum benar-benar hilang.

Google Photos menyimpan item yang dihapus di Trash selama periode retensi tertentu sebelum penghapusan permanen, sedangkan Apple Photos menggunakan album Recently Deleted sebelum file dihapus sepenuhnya.

Jika kamu sudah yakin file tersebut tidak diperlukan, kosongkan folder ini agar ruang penyimpanan dapat kembali digunakan.

Mengapa Galeri HP Cepat Penuh?

Ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari membuat kapasitas galeri cepat habis.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Mengenali sumber penumpukan file akan memudahkan kamu menentukan mana yang perlu disimpan dan mana yang bisa dihapus.

1. Tumpukan Gambar dan Video dari Grup WhatsApp, Telegram, dan Media Sosial

Media yang dibagikan di grup percakapan sering tersimpan otomatis ke galeri jika fitur auto-download atau media visibility masih aktif.

Akibatnya, foto, video, GIF, dan dokumen yang sebenarnya tidak penting terus menumpuk tanpa disadari.

Oleh karena itu, WhatsApp menyediakan pengaturan Media Auto-Download dan Media Visibility agar pengguna dapat mengontrol media apa saja yang diunduh dan ditampilkan di galeri.

Mengaktifkan pengaturan ini dapat membantu mencegah galeri cepat penuh.

2. Kebiasaan Menimbun Tangkapan Layar Transaksi dan Bukti Belanja Online

Tangkapan layar bukti transfer, resi pengiriman, tiket elektronik, atau promo belanja sering kali hanya diperlukan dalam waktu singkat.

Namun, banyak pengguna lupa menghapusnya setelah transaksi selesai sehingga jumlah screenshot terus bertambah.

Google Photos bahkan menyediakan kategori seperti Screenshots dan Documents agar gambar-gambar semacam ini lebih mudah ditemukan dan ditinjau kembali saat proses declutter.

3. Hasil Foto Berulang (Burst Mode) yang Lupa Dikurasi Setelah Momen Selesai

Saat memotret objek bergerak atau mengambil foto berkali-kali demi mendapatkan hasil terbaik, kamera ponsel dapat menghasilkan banyak foto yang sangat mirip.

Jika tidak segera dikurasi, puluhan gambar serupa hanya akan memenuhi penyimpanan.

Google Photos kini dapat mengelompokkan foto-foto yang mirip melalui fitur Photo Stacks sehingga pengguna lebih mudah memilih satu foto terbaik dan menghapus sisanya.

Google menyebut bahwa foto-foto serupa merupakan salah satu penyebab utama galeri menjadi penuh.

Cara Aman Bersihkan Google Photos Tanpa Menghapus Berkas di Memori Fisik HP

Banyak pengguna mengira menghapus foto dari Google Photos akan langsung menghilangkan file asli di semua tempat.

Padahal, fitur Free up space pada Google Photos bekerja dengan cara berbeda: fitur ini menghapus salinan foto dan video yang sudah berhasil dicadangkan dari penyimpanan lokal perangkat, bukan menghapus file yang tersimpan di akun Google Photos.

Sebelum menggunakan fitur ini, pastikan seluruh foto dan video penting sudah selesai dicadangkan.

Google Photos menampilkan status pencadangan pada aplikasi sehingga kamu dapat memastikan file sudah aman sebelum menghapus salinan yang ada di memori HP.

Langkah Menggunakan Fitur Free Up Space Google Photos

1. Buka Aplikasi Google Photos di HP

Pastikan kamu masuk menggunakan akun Google yang menjadi lokasi penyimpanan cadangan foto dan video.

2. Periksa Status Backup Terlebih Dahulu

Jangan langsung memilih fitur pembersihan sebelum seluruh file selesai diunggah.

Foto yang belum dicadangkan masih hanya berada di perangkat dan berisiko hilang jika terhapus.

3. Pilih Menu Foto Profil Akun → Free Up Space

Google Photos akan menampilkan jumlah ruang yang dapat dikosongkan dengan menghapus salinan lokal yang sudah tersimpan aman di cloud.

4. Konfirmasi Proses Penghapusan dari Perangkat

Setelah selesai, foto tetap dapat dilihat melalui aplikasi Google Photos selama perangkat terhubung dengan akun yang sama dan memiliki akses internet.

Google menjelaskan bahwa fitur Free up space dirancang untuk menghapus item yang sudah dicadangkan dari perangkat sehingga pengguna dapat menghemat ruang penyimpanan tanpa kehilangan koleksi foto di Google Photos.

Namun, fitur ini bukan pengganti proses declutter sepenuhnya.

Jika akun Google Photos juga mulai mendekati batas penyimpanan, kamu tetap perlu meninjau foto berukuran besar, video lama, screenshot, atau file yang sudah tidak memiliki nilai guna melalui fitur Manage storage.

Membersihkan galeri HP memang terlihat seperti pekerjaan sederhana, tetapi kebiasaan ini berkaitan dengan cara kamu memahami penyimpanan, perangkat keras, dan sistem digital yang bekerja di balik layar.

Buku Sistem Komputer karya Hermawaty, Suharsono, serta Sri Tria Siska dapat menjadi referensi untuk memahami dasar bagaimana sebuah perangkat mengelola data.

Melalui pembahasan mengenai hardware, software, brainware, arsitektur komputer, hingga sistem operasi, buku ini membantu pembaca memahami hubungan antara komponen teknologi yang digunakan sehari-hari.

Pemahaman tersebut membuat proses mengelola file, penyimpanan, dan perangkat digital terasa lebih logis.

Jika kamu ingin memperdalam pemahaman tentang cara kerja komputer sekaligus mengenal sistem yang mendukung aktivitas digital sehari-hari, kamu bisa mendapatkan buku Sistem Komputer melalui Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

buku
Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

buku
8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

buku
Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

buku
4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

buku
8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

buku
7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

buku
Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

buku
Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

buku
Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

buku
Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

buku
Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

buku
Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

buku
Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau