Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jenis Olahraga untuk Membantu Proses Bulking dengan Cepat

Kompas.com, 27 Januari 2026, 17:00 WIB
Jenis Olahraga untuk Membantu Proses Bulking dengan Cepat Sumber Gambar: Freepik.com   Jenis Olahraga untuk Membantu Proses Bulking dengan Cepat
Rujukan artikel ini:
Yuk, Stretching Sekarang! Panduan Peregangan…
Pengarang: dr. Adrian Setiaji
Penulis Vadiyah
|
Editor Novia Putri Anindhita

Kalau kamu lagi fokus bulking alias sedang di fase menambah massa otot, pemilihan jenis olahraga yang tepat juga jadi faktor penting.

Sering kali orang hanya fokus pada asupan protein dan kalori tinggi, tapi lupa bahwa otot tidak akan tumbuh maksimal jika latihannya tidak sesuai.

Sebanyak apa pun protein yang kamu konsumsi, tanpa stimulus latihan yang tepat, otot tidak punya alasan untuk berkembang.

Kenapa bisa begitu? Berikut penjelasan singkatnya beserta jenis olahraga untuk proses bulking yang bisa diterapkan.

Kenapa Latihan Beban Jadi Pondasi Utama Bulking?

Olahraga, terutama latihan beban ibarat "bahan bakar utama" yang membentuk otot.

Selain membuat otot berkembang, olahraga juga membuat semua protein dan kalori yang kamu konsumsi dimanfaatkan secara maksimal oleh tubuh.

Latihan beban sangat penting karena otot tidak hanya butuh asupan, tapi juga stres mekanik dari latihan.

Saat kamu latihan mengangkat beban, serat otot mengalami sedikit kerusakan mikroskopis.

Tubuh kemudian akan memperbaikinya dengan menambah massa otot supaya lebih kuat dari sebelumnya.

Jadi, olahraga itu tidak hanya untuk membakar kalori, tapi bagian inti yang membuat proses bulking benar-benar efektif dan merangsang tubuh memproduksi hormon pertumbuhan.

Jenis Olahraga untuk Membantu Proses Bulking

1. Latihan Compound

Dalam proses bulking, latihan compound atau latihan multi-otot adalah fondasi utama.

Jenis latihan ini melibatkan beberapa kelompok otot sekaligus sehingga hasilnya mempu memberikan stimulus lebih cepat dan efektif.

Selain mendukung pertumbuhan massa otot, latihan ini juga membakar kalori lebih banyak dibanding latihan isolasi.

  • Squat: Latihan ini fokus pada paha, glutes, dan core. Supaya aman dan maksimal, pastikan punggung tetap lurus saat menekuk lutut, dan turunkan badan sampai paha sejajar lantai. Squat merupakan latihan dasar yang sangat penting untuk membangun kekuatan kaki dan stabilitas tubuh bagian bawah.
  • Deadlift: Fokus pada punggung, paha, dan forearm. Kunci utamanya adalah punggung lurus, jangan membungkuk supaya otot bekerja maksimal tanpa risiko cedera. Deadlift akan membuat otot punggung jadi tebal dan postur lebih bagus.
  • Bench Press: Latihan ini menarget dada, bahu, dan trisep. Jangan buru-buru menurunkan barbel, kontrol gerakan turunnya supaya otot terstimulasi dengan sempurna. Bench press akan membuat dada lebih bidang dan trisep lebih tegas.
  • Pull-up / Chin-up: Latihan ini fokus pada pengembangan otot punggung dan bisep. Pull-up efektif untuk membuat punggung lebih lebar dan memperjelas bisep, serta meningkatkan kekuatan genggaman/grip.
  • Overhead Press: Latihan ini fokus pada bahu dan juga trisep. Pastikan gerakan stabil dan jangan goyang-goyang badan supaya bahu dan trisep bekerja maksimal.

2. Latihan Isolasi untuk Menyempurnakan Otot

Setelah menyelesaikan latihan compound, ada satu hal yang tidak kalah penting, yaitu latihan isolasi.

Latihan ini fokus pada otot-otot tertentu sehingga membantu menyempurnakan hasil bulking, bukan hanya menambah ukuran otot, tetapi juga membentuk proporsi yang lebih seimbang dan rapi.

  • Bicep Curl: Latihan ini yang membuat bisep lebih terlihat tegas dan panjang. Gerakannya simpel, tinggal fokus pada kontraksi otot saat menarik beban ke arah bahu.
  • Tricep Extension: Agar trisep lebih kuat dan terlihat proporsional, latihan ini wajib. Lakukan gerakan secara terkontrol, baik saat menurunkan maupun mengangkat beban agar otot trisep dapat terstimulasi secara maksimal.
  • Leg Curl / Leg Extension: Latihan ini membuat otot kaki lebih lengkap dengan menargetkan paha depan dan belakang. Leg curl efektif untuk memperkuat otot paha belakang lebih kuat, sementara leg extension membantu paha depan lebih tegas.

3. Metode Split Training

Agar proses bulking-mu lebih efisien, cara membagi latihan juga krusial.

Di sinilah metode split berperan.

Split training adalah metode membagi latihan berdasarkan kelompok otot supaya otot memiliki waktu untuk pemulihan yang cukup.

Tanpa pembagian yang tepat, risiko overtraining akan tinggi yang membuat otot menjadi kelelahan dan hasil latihan tidak optimal.

Berikut jenis split training yang populer dan efektif:

  • Upper-Lower Split: Metode ini relatif mudah untuk diterapkan. Pada hari pertama, latihan difokuskan pada upper body seperti dada, punggung, dan bahu. Hari berikutnya difokuskan pada lower body yang meliputi kaki, gluteus, dan core. Kelebihan metode ini adalah setiap kelompok otot mendapatkan stimulus yang optimal tanpa membuat tubuh secara keseluruhan mengalami kelelahan berlebih.
  • Push-Pull-Legs (PPL): Push day berfokus pada otot-otot pendorong seperti dada, bahu, dan trisep. Pull day melatih otot-otot penarik seperti punggung dan bisep, sementara leg day difokuskan pada otot kaki dan gluteus. Dengan metode PPL, setiap kelompok otot memperoleh waktu pemulihan yang optimal sehingga hasil bulking lebih cepat terlihat dan risiko cedera dapat diminimalkan.

4. Kardio Ringan/Sedang sebagai Pelengkap Bulking

Meskipun terdengar kontradiktif, dalam fase bulking yang bertujuan menambah massa otot, aktivitas kardio ringan tetap memiliki peran penting.

Kardio membantu menjaga kesehatan jantung, melancarkan metabolisme, serta meningkatkan stamina sehingga performa latihan lebih bagus.

Kamu bisa jogging selama 15–20 menit santai aja, jangan lari sprint, bersepeda santai, atau rowing ringan sekaligus melatih otot punggung dan core.

Intinya, kardio sebaiknya dilakukan dengan durasi yang terkontrol karena tujuan utamanya adalah mendukung kesehatan tubuh, bukan membuat kalori surplus hilang dan mengganggu pertumbuhan otot.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

5. Prinsip Progressive Overload

Agar otot terus berkembang, latihan perlu dilakukan dengan menambah beban, repetisi, atau set secara bertahap.

Prinsip ini dikenal sebagai prinsip progressive overload yang membuat tubuh tetap adaptif sehingga pertumbuhan otot lebih konsisten.

Berikut beberapa cara menerapkan prinsip progressive overload:

  • Tambah beban 2–5 kg setiap 1–2 minggu. Misal squat atau bench press, jangan takut naik beban sedikit demi sedikit. Cara ini membuat otot selalu mendapat tantangan baru dan menstimulasi pertumbuhan.
  • Tambah repetisi 1–2 per set setiap minggu. Misalnya dari 8 repetisi jadi 10 per set. Cara ini bagus untuk meningkatkan volume latihan.
  • Tambah set jika otot sudah terbiasa. Apabila sebelumnya 3 set, bisa ditambah menjadi 4 set. Metode ini untuk menstimulasi pertumbuhan otot tanpa harus menambah beban berlebihan.

Dengan menerapkan prinsip ini, setiap latihan tidak hanya menjadi sebuah rutinitas, tapi benar-benar memberikan stimulus bagi otot untuk berkembang optimal

Tips Recovery & Nutrisi untuk Bulking Optimal

Latihan keras saja tidak cukup karena masa pemulihan dan asupan nutrisi sama pentingnya untuk membentuk otot tumbuh secara maksimal.

1. Tidur Cukup selama 7–9 jam/hari

Pertumbuhan otot terjadi saat tubuh beristirahat, bukan hanya saat berada di gym.

Kurang tidur dapat menurunkan produksi hormon pertumbuhan turun dan memperlambat proses pemulihan.

2. Asupan Protein yang Cukup

Konsumsi protein sekitar 1,6–2,2 gram setiap hari.

Protein merupakan bahan baku utama pembentukan otot.

Sumber protein ini bisa didapat dari daging ayam, telur, ikan, daging, atau kacang-kacangan.

Jika diperlukan, kamu juga bisa mengonsumsi protein tambahan dengan whey protein.

3. Kalori Surplus yang Sehat

Agar proses bulking berjalan efektif, pastikan kamu asupan kalori lebih tinggi dari kebutuhan harian.

Fokus dengan makanan bergizi supaya penambahan berat badan didominasi massa otot, bukan lemak berlebih.

4. Hidrasi yang Cukup

Air berperan penting dalam metabolisme, suplai nutrisi ke otot, dan mencegah kram.

Konsumsi 2–3 liter air per harinya.

5. Stretching & Mobility

Jangan melewatkan sesi peregangan.

Stretching membantu mengurangi risiko cedera, menjaga fleksibilitas otot, serta membuat tubuh lebih rileks setelah latihan.

Saat beban di barbell terasa makin berat, itu tandanya kamu butuh strategi yang lebih cerdas, tidak cuma otot yang lebih besar.

Mari jadikan setiap sesi latihan beban sebagai investasi berharga untuk diri sendiri.

Jika kamu konsisten, maka tubuhmu tidak sekadar bertambah besar, tapi juga menjadi mesin yang lebih efisien, kuat, dan bertenaga.

Nah, itu dia beberapa jenis olahraga yang dapat membantu proses bulking semakin optimal.

Selain untuk menambah massa otot, olahraga yang dilakukan secara konsisten juga berperan penting dalam menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Seperti yang disampaikan dalam buku Yuk, Stretching Sekarang! Panduan Peregangan untuk Kesehatan Anda karya dr. Adrian Setiaji.

Buku ini membahas pentingnya memahami struktur otot dan peran stretching sebagai bagian dari perawatan tubuh, terutama untuk mencegah nyeri, menjaga fleksibilitas, dan mendukung pemulihan otot setelah aktivitas fisik intens seperti latihan beban.

Baca dan dapatkan buku ini segera di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau