Perbedaan Pilates dan Yoga: Mana yang Lebih Cocok untuk Tubuh dan Gaya Hidupmu?

Lihat Foto
Sumber Gambar: Freepik.com
Perbedaan Pilates dan Yoga 
Rujukan artikel ini:
The Motivator, Mitos dan Fakta…
Pengarang: Erikar Lebang
Penulis Anggi
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Di studio olahraga atau di media sosial, pilates dan yoga sering terlihat hampir sama.

Gerakannya sama-sama tenang, dilakukan di atas matras, dan terlihat tidak seintens olahraga kardio.

Namun, ketika dicoba langsung, banyak orang baru menyadari bahwa keduanya memberi sensasi latihan yang berbeda.

Perbedaan pilates dan yoga bukan hanya soal jenis gerakan, tetapi juga tujuan latihan, cara tubuh bekerja, hingga manfaat yang paling terasa dalam jangka panjang.

Sebelum memilih mana yang lebih cocok untuk rutinitas olahraga, ada baiknya memahami dulu bagaimana kedua latihan ini bekerja.

Dengan begitu, kamu bisa melihat perbedaan pilates dan yoga secara lebih jelas, bukan hanya dari tampilan gerakannya, tetapi juga dari filosofi latihan dan manfaat yang ditawarkan.

Perbedaan Pilates dan Yoga dari Tujuan Latihannya

Kalau dilihat sekilas, pilates dan yoga sama-sama membantu tubuh menjadi lebih fleksibel dan rileks.

Namun, tujuan utama dari kedua latihan ini cukup berbeda.

Pilates berfokus pada kekuatan otot inti (core muscles).

Otot inti ini meliputi perut, punggung bawah, dan panggul yang berperan penting dalam menjaga stabilitas tubuh.

Banyak gerakan pilates dirancang untuk memperkuat area ini sehingga postur tubuh menjadi lebih baik dan gerakan sehari-hari terasa lebih stabil.

Sementara itu, yoga memiliki pendekatan yang lebih holistik.

Latihan ini tidak hanya melibatkan gerakan tubuh (asana), tetapi juga menggabungkan pernapasan, relaksasi, dan meditasi.

Tujuannya bukan hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan antara tubuh dan pikiran.

Itulah sebabnya, pengalaman latihan yang dirasakan juga bisa berbeda.

Dalam pilates, fokus biasanya ada pada kontrol gerakan dan aktivasi otot tertenti.

Sementara dalam yoga, latihan sering kali terasa lebih mengalir dan menekankan pada ritme napas serta ketenangan.

Dengan kata lain, kalau pilates lebih menitikberatkan pada stabilitas dan kekuatan tubuh, sedangkan yoga lebih banyak mengajak tubuh untuk bergerak, meregang, sekaligus menenangkan pikiran.

Perbedaan Pilates dan Yoga yang Paling Terasa Saat Latihan

Meski sekilas terlihat mirip, ada beberapa perbedaan yang biasanya langsung terasa saat mencobanya.

1. Fokus Gerakan

Pilates memiliki gerakan yang lebih terstruktur dan terkontrol.

Setiap gerakan dilakukan dengan perhatian khusus pada aktivasi otot inti.

Sementara yoga cenderung memiliki alur gerakan yang lebih mengalir.

Banyak pose dilakukan dengan transisi yang mengikuti ritme napas.

2. Tempo Latihan

Dalam pilates, tempo latihan sering terasa lebih stabil dan terukur.

Gerakan dilakukan secara perlahan untuk memastikan otot bekerja dengan tepat.

Dalam yoga, tempo bisa lebih bervariasi.

Ada yoga yang sangat santai seperti yin yoga, tetapi ada juga yang cukup dinamis seperti vinyasa.

3. Fokus Pernapasan

Pernapasan dalam pilates biasanya digunakan untuk membantu mengaktifkan otot inti dan menjaga stabilitas tubuh.

Dalam yoga, pernapasan sering menjadi bagian utama dari latihan dan berperan penting dalam membantu tubuh rileks serta menjaga konsentrasi.

4. Penggunaan Alat

Pilates kadang menggunakan alat tambahan seperti reformer, resistance ring, atau bola kecil untuk membantu latihan.

Yoga umumnya lebih sederhana.

Beberapa kelas mungkin menggunakan yoga block atau strap, tetapi banyak latihan bisa dilakukan hanya dengan matras.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Perbedaan-perbedaan ini membuat pengalaman latihan terasa unik.

Ada orang yang merasa lebih cocok dengan pilates karena fokusnya pada kekuatan tubuh, sementara yang lain lebih menikmati yoga karena ritmenya terasa menenangkan.

Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?

Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang ingin mulai berolahraga, tetapi belum tahu harus memilih pilates atau yoga.

Jawabannya sebenarnya cukup sederhana: keduanya sama-sama bisa menjadi pilihan yang baik untuk pemula, tergantung kebutuhan dan tujuan latihan.

Pilates sering jadi pilihan bagi orang yang ingin:

Di sisi lain, yoga biasanya dipilih oleh orang yang ingin:

Banyak orang juga akhirnya mencoba keduanya secara bergantian.

Pilates membantu memperkuat tubuh, sementara yoga membantu menjaga fleksibilitas sekaligus memberikan waktu untuk relaksasi.

Perbedaan Pilates dan Yoga dalam Manfaat Jangka Panjang

Selain tujuan latihan dan jenis gerakan, perbedaan pilates dan yoga juga mulai terasa dari manfaat jangka panjang yang diberikan pada tubuh.

Pilates dikenal sangat efektif untuk membantu memperbaiki postur sekaligus memperkuat stabilitas otot inti.

Oleh karena itu, latihan ini sering direkomendasikan untuk orang yang sehari-harinya banyak duduk di depan komputer atau sering mengalami nyeri punggung.

Jika dilakukan secara rutin, pilates dapat membantu tubuh berkembang secara bertahap, seperti:

Yoga juga menawarkan manfaat yang tidak kalah penting, terutama untuk menjaga kelenturan tubuh sekaligus membantu menenangkan pikiran.

Banyak orang mulai merasakan tubuh lebih lentur setelah rutin berlatih yoga, disertai rasa relaks yang membantu meredakan stres setelah aktivitas harian yang padat.

Jika dilakukan secara konsisten, yoga dalam jangka panjang sering membantu:

Karena manfaatnya saling melengkapi, tidak sedikit orang yang akhirnya memasukkan keduanya ke dalam rutinitas olahraga mereka.

Pilates membantu memperkuat tubuh dari dalam, sementara yoga memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk kembali seimbang.

Memilih antara pilates dan yoga sebenarnya bukan soal mana yang lebih unggul.

Yang lebih penting adalah menemukan mana yang paling cocok dengan tubuhmu dan rutinitas harianmu.

Ada orang yang merasa tubuhnya menjadi lebih stabil setelah rutin melakukan pilates.

Di sisi lain, ada juga yang merasakan ketenangan pikiran setelah berlatih yoga.

Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya menikmati keduanya.

Kalau masih ragu harus mulai dari mana, tidak perlu terlalu lama mempertimbangkannya.

Cobalah salah satunya terlebih dahulu, lalu rasakan sendiri manfaatnya.

Biasanya tubuh akan memberi sinyal yang cukup jelas, gerakan mana yang terasa paling nyaman, latihan mana yang membuatmu ingin kembali membuka matras lagi.

Kalau ingin memahami lebih jauh bagaimana olahraga dan yoga bekerja untuk tubuh, ada satu buku yang menarik untuk dibaca, yaitu The Motivator, Mitos dan Fakta Olahraga & Yoga karya Erikar Lebang.

Buku ini membahas berbagai hal penting seputar olahraga secara lebih praktis dan mudah dipahami.

Tidak hanya menjelaskan manfaat latihan fisik, tetapi juga meluruskan berbagai mitos yang sering beredar tentang olahraga.

Buku ini menjelaskan bagaimana olahraga yang dilakukan dengan benar dapat membantu meningkatkan metabolisme, melancarkan peredaran darah, hingga menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Selain itu, pembahasan tentang yoga dalam buku ini juga cukup menarik.

Yoga tidak hanya dilihat sebagai latihan fisik, tetapi juga sebagai cara untuk menyelaraskan tubuh, pikiran, dan emosi agar tetap seimbang.

Buat kamu yang ingin mulai membangun kebiasaan olahraga dengan lebih memahami prinsip dasarnya, buku ini bisa menjadi bacaan yang cukup membuka wawasan.

Buku ini bisa kamu temukan dengan mudah di Gramedia Digital!

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi