5 Manfaat Pilates Bagi Tubuh yang Perlu Kamu Tahu

Lihat Foto
Sumber Gambar: Freepik.com
Manfaat Pilates Bagi Tubuh 
Rujukan artikel ini:
Live a Healthy Living
Pengarang: Munadjad Iskandar
Penulis Vadiyah
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Ada satu hal yang sering dirasakan orang setelah mulai rutin pilates, yaitu tubuh terasa berbeda.

Gerakan mungkin terlihat sederhana, tetapi efeknya terasa nyata, mulai dari badan lebih stabil saat bergerak, aktivitas sehari-hari terasa lebih ringan, dan duduk lama tidak cepat membuat punggung pegal.

Pilates memang tidak terlihat seintens latihan kardio atau angkat beban di gym.

Namun, dari gerakan yang terkontrol itulah tubuh dilatih bekerja lebih efisien, mulai dari otot inti, keseimbangan, sampai pola napas saat bergerak.

Di tengah gaya hidup yang membuat banyak orang duduk terlalu lama dan jarang bergerak, latihan seperti pilates jadi semakin relevan.

Tubuh yang jarang digerakkan dengan benar biasanya mulai memberi sinyal, seperti bahu tegang, punggung terasa berat, atau postur tubuh perlahan membungkuk.

Pilates membantu mengembalikan keseimbangan itu.

Manfaat Pilates Bagi Tubuh

Saat pilates dilakukan secara konsisten, perubahan pada tubuh biasanya tidak datang secara instan.

Namun seiring waktu, tubuh mulai beradaptasi dan berbagai manfaatnya pun mulai terasa.

Beberapa di antaranya adalah:

1. Postur Tubuh Lebih Stabil

Pilates berfokus pada penguatan otot inti yang menopang tulang belakang.

Ketika otot ini semakin kuat, tubuh menjadi lebih stabil saat duduk, berdiri, maupun berjalan.

Banyak orang yang rutin pilates merasakan bahwa posisi duduk mereka menjadi lebih tegak tanpa harus memaksakan diri.

2. Otot Inti Menjadi Lebih Kuat

Latihan pilates menargetkan otot perut bagian dalam, punggung bawah, dan panggul.

Area ini sering disebut sebagai core.

Core yang kuat ini membantu tubuh melakukan berbagai aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, mulai dari mengangkat barang hingga menjaga keseimbangan saat bergerak.

3. Fleksibilitas Tubuh Meningkat

Gerakan pilates biasanya menggabungkan latihan penguatan otot dengan peregangan ringan.

Kombinasi ini membuat tubuh menjadi lebih lentur tanpa memberikan tekanan berlebihan pada sendi.

4. Gerakan Tubuh Lebih Efisien

Ketika tubuh lebih stabil dan fleksibel, aktivitas sehari-hari terasa lebih ringan.

Banyak orang merasa berjalan lebih nyaman dan tidak mudah lelah setelah rutin melakukan pilates.

5. Pikiran Lebih Tenang

Pilates melibatkan teknik pernapasan yang teratur.

Fokus pada napas dan gerakan membuat latihan ini terasa seperti bentuk meditasi aktif yang membantu tubuh lebih rileks.

Manfaat ini biasanya mulai terasa ketika pilates dilakukan secara rutin, misalnya sekitar dua hingga tiga kali latihan dalam seminggu.

Kenapa Pilates Cocok untuk Orang yang Banyak Duduk?

Gaya hidup modern membuat banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk.

Bekerja di depan laptop, perjalanan ke kantor, hingga aktivitas di rumah sering dilakukan tanpa banyak bergerak.

Pola ini sering memicu berbagai keluhan pada tubuh, seperti:

Pilates menjadi salah satu latihan yang cukup efektif untuk mengatasi masalah tersebut karena fokusnya pada stabilitas tubuh dan keseimbangan otot.

Ketika otot inti diperkuat dan tubuh lebih fleksibel, tekanan pada tulang belakang berkurang.

Hal ini membantu tubuh kembali bergerak dengan lebih natural.

Selain itu, pilates juga melatih kesadaran terhadap posisi tubuh.

Banyak orang yang setelah rutin berlatih mulai lebih sadar ketika duduk terlalu membungkuk atau berdiri dengan postur yang kurang seimbang.

Pilates sebagai Latihan yang Membantu Mengurangi Risiko Cedera

Selain membantu meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas, pilates juga kerap digunakan untuk mendukung pencegahan cedera.

Bahkan, banyak fisioterapis memasukkan gerakan pilates ke dalam program rehabilitasi.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Hal ini terjadi karena beberapa alasan berikut:

1. Melatih Stabilitas Sendi

Gerakan pilates membantu sendi bekerja dengan lebih stabil sehingga mengurangi risiko gerakan yang salah.

2. Meningkatkan Keseimbangan Tubuh

Latihan ini membantu tubuh menjaga koordinasi antara otot dan sistem saraf.

3. Menguatkan Otot Kecil yang Jarang Dilatih

Banyak latihan lain hanya fokus pada otot besar.

Pilates justru melatih otot stabilizer yang sering terabaikan.

4. Meningkatkan Kontrol Gerakan

Tubuh belajar bergerak dengan lebih presisi sehingga risiko cedera saat olahraga lain bisa berkurang.

Oleh karena itu, pilates sering dijadikan sebagai latihan pendamping bagi mereka yang juga aktif berolahraga lain seperti lari, gym, atau bersepeda.

Pendekatan pilates yang menekankan keseimbangan, kontrol gerakan, dan kesadaran tubuh sebenarnya sejalan dengan prinsip hidup sehat secara keseluruhan.

Latihan seperti ini mengingatkan kita bahwa tubuh bukan sekadar alat untuk beraktivitas, tetapi sesuatu yang perlu dipahami dan dirawat dengan lebih sadar.

Bagaimana Cara Mendapatkan Manfaat Pilates secara Maksimal?

Supaya manfaat pilates bagi tubuh bisa terasa maksimal, ada beberapa hal sederhana yang sebaiknya diperhatikan saat mulai berlatih, di antaranya:

1. Mulai dari Gerakan Dasar

Latihan pilates tidak perlu langsung rumit.

Gerakan dasar justru menjadi fondasi penting.

2. Fokus pada Teknik

Gerakan yang dilakukan dengan teknik yang benar lebih penting daripada jumlah repetisi.

3. Latihan secara Konsisten

Pilates memberikan hasil yang lebih terasa jika dilakukan secara rutin.

4. Dengarkan Kondisi Tubuh

Jika tubuh terasa tidak nyaman, sebaiknya kurangi intensitas latihan.

Pendekatan yang dilakukan secara bertahap membuat tubuh lebih mudah beradaptasi dengan latihan tanpa merasa terlalu terbebani.

Banyak orang baru sadar pentingnya olahraga setelah tubuh mulai “protes”, seperti punggung sering pegal, bahu terasa berat, atau badan cepat lelah padahal aktivitasnya tidak terlalu berat.

Di tengah rutinitas yang serba duduk dan minim gerak, hal seperti ini jadi semakin umum.

Di sinilah manfaat pilates bagi tubuh terasa masuk akal.

Latihannya tidak perlu ekstrem, tapi cukup untuk membantu tubuh kembali kuat, stabil, dan lebih nyaman dipakai beraktivitas.

Perlahan postur membaik, gerakan terasa lebih ringan, dan badan tidak gampang tegang seperti sebelumnya.

Kadang perubahan besar memang tidak datang dari latihan yang paling keras, tapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten.

Kalau tubuh sudah terasa lebih “hidup” dan tidak mudah pegal, biasanya kita baru sadar satu hal sederhana: ternyata badan kita memang butuh diajak bergerak lagi.

Gagasan tentang hubungan antara tubuh, pikiran, dan kesehatan juga dibahas dalam buku dibahas dalam buku Live a Healthy Living.

Buku ini mengajak pembaca melihat kesehatan dari sudut pandang yang lebih menyeluruh.

Tidak hanya soal olahraga atau pola makan, tetapi juga bagaimana seseorang memahami tubuhnya sendiri.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa menjaga kesehatan dimulai dari tiga langkah sederhana, mulai dari mengenali tubuh, mendengarkan sinyal yang diberikan tubuh, dan belajar berkomunikasi dengan tubuh melalui kebiasaan hidup yang lebih seimbang.

Pendekatan ini terasa relevan dengan latihan seperti pilates yang juga menekankan kesadaran terhadap gerakan dan napas.

Penulis juga menekankan bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik.

Pikiran dan kondisi mental memiliki peran yang sama pentingnya.

Ketika tubuh, pikiran, dan jiwa berada dalam keadaan seimbang, barulah seseorang bisa merasakan kualitas hidup yang lebih baik.

Melalui penjelasan yang ringan, buku ini memberikan gambaran bahwa hidup sehat sebenarnya tidak selalu harus rumit.

Hal-hal kecil seperti memahami kebutuhan tubuh, menjaga keseimbangan aktivitas, dan memberi waktu untuk bergerak dengan benar bisa menjadi langkah awal menuju kesehatan yang lebih baik.

Yuk, langsung baca buku Live a Healthy Living yang sudah tersedia di Gramedia Digital.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi