Dalam kehidupan kerja dan bisnis, kita sering diajarkan untuk selalu serius, fokus pada target, dan bekerja sekeras mungkin.
Namun kenyataannya, kerja keras saja tidak selalu berbanding lurus dengan kemajuan karier.
Menjawab kegelisahan tersebut, Monety, Gramedia menghadirkan acara Book Launch The Art of Omong Kosong, yang digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Gramedia Jalma.
Acara ini menjadi momentum peluncuran buku terbaru karya Hasto Suprayogo berjudul The Art of Omong Kosong, sebuah buku reflektif sekaligus praktis yang mengajak pembaca melihat sisi lain dari dunia kerja dan bisnis, yaitu sisi yang sering dialami, tetapi jarang dibahas secara terbuka.
Omong Kosong yang Ternyata Punya Arti Penting
Melalui buku ini, Hasto Suprayogo mengangkat satu pertanyaan sederhana namun relevan: mengapa karier seseorang bisa stagnan meski sudah bekerja keras?
Jawabannya, menurut buku ini, sering kali tersembunyi dalam dinamika relasi, komunikasi informal, dan apa yang kerap disebut sebagai “omong kosong”.
Alih-alih memandang obrolan ringan, candaan, atau percakapan di luar forum resmi sebagai hal remeh, The Art of Omong Kosong justru menunjukkan bahwa momen-momen tersebut sering menjadi ruang penting untuk membaca situasi, membangun pengaruh, dan memahami politik kantor.
Buku ini tidak mengglorifikasi gosip atau intrik, tetapi mengajak pembaca bersikap lebih sadar dan cerdas dalam menyikapi realitas organisasi.
Diskusi Bersama Penulis dan Praktisi Bisnis
Acara peluncuran buku ini menghadirkan Hasto Suprayogo sebagai penulis, didampingi oleh Sachin Vijaya Gopalan sebagai narasumber.
Sachin dikenal sebagai serial entrepreneur serta Founder dan CEO Indonesia Economic Forum.
Ia juga menjabat sebagai Chairman ASEAN Economic Forum (Singapore), co-founder Orbit Future Academy, dan terlibat dalam berbagai inisiatif bisnis lainnya.
Diskusi yang berlangsung membuka perspektif tentang bagaimana komunikasi informal dan pemahaman politik kantor bukan sekadar “permainan”, melainkan bagian dari strategi bertahan dan berkembang di dunia profesional.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Peserta diajak melihat bahwa membaca konteks, membangun relasi, dan memahami peta kekuasaan adalah keterampilan yang sama pentingnya dengan kompetensi teknis.
Buku yang Lahir dari Pengalaman Nyata
Berbeda dari buku motivasi pada umumnya, The Art of Omong Kosong tidak dibangun dari teori kosong.
Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman panjang Hasto Suprayogo di berbagai perusahaan nasional dan multinasional.
Dengan gaya bahasa yang jenaka namun tajam, pembaca diajak merenungkan berbagai situasi yang mungkin terasa akrab, misalkan rapat yang penuh basa-basi, percakapan santai yang ternyata menentukan, hingga keputusan penting yang tidak selalu dibuat di ruang formal.
Buku ini tidak bertujuan menjadikan pembaca sebagai oportunis.
Sebaliknya, buku ini membantu pembaca memahami kenyataan dunia kerja dengan lebih jernih sehingga mampu bersikap lebih strategis, terarah, dan realistis.
Pesan yang disampaikan tegas namun membumi: di dunia kerja, tidak ada promosi tanpa politik, dan tidak ada “makan siang gratis”.
Relevan untuk Profesional dan Pebisnis Masa Kini
Dengan pendekatan reflektif dan praktis, The Art of Omong Kosong relevan bagi berbagai kalangan, mulai dari profesional muda, manajer, hingga pelaku bisnis.
Buku ini mengajak pembaca meninggalkan idealisme naif tanpa harus kehilangan integritas, serta belajar membaca medan dengan lebih cerdas.
Melalui acara ini, Monety ingin membuka ruang diskusi yang jujur dan relevan, sekaligus mendorong pembaca untuk melihat komunikasi sebagai seni yang memiliki dampak nyata dalam perjalanan karier dan bisnis.
Buku The Art of Omong Kosong karya Hasto Suprayogo sudah tersedia dan dapat Anda beli melalui Gramedia.com, Gramedia Digital, dan Toko Gramedia terdekat.
Untuk terus mendapatkan konten seputar bisnis, keuangan, dan teknologi, serta bahasan lifestyle, news update, dan rekomendasi buku untuk upgrade skill, ikuti Monety melalui: Instagram @monety.id, YouTube Monety Official, Website www.monety.id.
Monety adalah platform belajar bagi Milenial dan Gen Z yang ingin memahami dunia kerja dan bisnis secara lebih relevan, praktis, dan kontekstual.