Bob Berthy Hering

Bob Berthy Hering


Bob Berthy Hering dilahirkan di Jakarta pada tahun 1925. Di kota ini juga ia mengenyam pendidikan dasar dan menengah. Selama Indonesia diduduki oleh tentara Jepang (1942-1945) Bob Hering menghuni beberapa kamp interniran di Bandung dan sekitarnya. Tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Bob dibebaskan dari kamp tahanan empat hari sebelum Rapat Raksasa di Lapangan Ikada (19 September 1945). Ia sendiri hadir dan untuk pertama kali bertemu dengan Bung Karno dalam peristiwa yang bersejarah itu.

Pada tanggal 19 Desember 1948 ia menjadi salah seorang anggota pasukan payung tentara Belanda berpangkat Letnan Dua yang mendarat di Bandar Udara Maguwo, Yogyakarta. Tak lama kemudian, ia sekali lagi bertatap muka dengan Bung Karno pada waktu beliau diterbangkan ke tempat pembuangannya, di Brastagi.

Setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia (27 Desember 1949), Bob Hering masih menetap selama kurang lebih tiga tahun di Indonesia sebagai pelatih Pasukan Payung TNI. Tahun 1952 ia pindah ke negeri Belanda. Kemudian, pada 1956, ia beremigrasi ke Kanada dan menjadi mahasiswa jurusan sejarah di University of Toronto. Di tahun 1960-an ia diangkat menjadi profesor oleh UNESCO dan ditugaskan mengajar di University of The West Indies (UWI) di Karibia. Pada 1974 ia pindah ke Townsville, Australia. Di universitas di kota tersebut ia mendirikan Departemen Kajian Indonesia, yang pada masa itu terkenal dengan terbitan berkalanya Kabar Seberang.

Selama duapuluh tahun Bob Hering mendalami sejarah kehidupan dua tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia yang berasal dari dua kubu yang berseberangan di masa perjuangan kemerdekaan sebelum Perang Dunia II, yakni kubu ‘Ko’ dan Non-Ko’, maksudnya kelompok yang berkoperasi dengan pihak Belanda dan kelompok yang menolak bekerja sama. Namun, kedua kelompok ini punya tujuan yang sama: Indonesia Merdeka!


Biografi mengenai Mohammad Husni Thamrin adalah tesis doktor Bob, yang kemudian juga diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Hasta Mitra (2003) dengan judul M.H. Thamrin: Membangun Nasionalisme Indonesia. Kajian biografis mengenai Bung Karno diteruskannya setelah ia pindah ke Stein, desa kecil di provinsi Limburg di selatan Belanda. Di sini ia merampungkan maha karyanya, yakni Soekarno: Founding Father of Indonesia, 1901-1945, terbitan tahun 2002. Meskipun penulis dalam karyanya ini terlihat sebagai pengagum Bung Karno, ia berhasil menguraikan sejarah Bapak Bangsa Indonesia ini secara obyektif-ilmiah, tanpa memitoskan beliau.

Beberapa tulisan Prof. B.B. Hering lainnya adalah:

• The Indonesia General Elections 1971. Bruxelles: Centre d’Étude du Sud-Est Asiatique et de l’Extrême Orient, 1973.
• Indonesian Women: some past and current perspectives. Bruxelles: Centre d’Étude du Sud-Est Asiatique et de l’Extrême Orient, 1976.
• Soekarno’s Mentjapai Indonesia Merdeka. Townsville: James Cook University of North Queensland, Southeast Asian Studies Committee, 1978
• From Soekamiskin to Endeh. Townsville: James Cook University of North Queensland, Southeast Asian Studies Committee,1979.
• Siauw Giok Tjhan Rembers:
1. A Peranakan-Chinese and the quest for Indonesian nationhood; with a foreword by Go Gien Tjwan. Townsville: James Cook University of North Queensland Southeast Asian Studies Committee, 1982.
2. A Chinese Peranakan in Independent Indonesia. James Cook University of North Queensland, 1984
• Studies on Indonesian Islam. Bruxelles: Centre d’Étude du Sud- Est Asiatique et de l’Extrême Orient, 1986.
• The PKI-baroe. James Cook University of North Queensland, Southeast Asian Studies Committee, 1987
• Mohammad Hoesni Thamrin and his quest for Indonesian Nationhood, 1917-1941. James Cook University of North Queensland, Southeast Asian Studies Committee, 1996.
• Soekarno: Architect van een Natie / Architect of a Nation. Leiden / Amsterdam: KITLV Press / KIT Publishers, 2001.
• Soekarno: Founding Father of Indonesia, 1901-1945. Leiden: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) – Press, 2002.
• M.H. Thamrin: Membangun Nasionalisme Indonesia. Jakarta: Hasta Mitra, 2003.
• Soekarno, Bapak Indonesia Merdeka: sebuah biografi; Jilid 1: 1901-1945. Jakarta: Hasta Mitra, 2003

KOMENTAR

Belum ada komentar


Leave message
Your rating:



 
 Security code